DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Komitmen ACT Solo Tanggapi Kelangkaan Air Bersih di Sragen

ACT Solo
Bantuan Air Bersih Sragen

ACTNews, SOLO - Sejak Juli lalu, kekeringan melanda sebagian daerah di bagian utara Kabupaten Sragen. Kekeringan di Sragen memang sudah menjadi langganan setiap tahun, penyebab utamanya adalah musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan sumber air jadi mengering. 

Berdasarkan pengamatan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo, beberapa kawasan telah mengalami kelangkaan air bersih karena sumber air yang mulai mengering. Salah satunya Desa Poleng, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Solo. Meski masih ada air di sebagian sumur warga, namun itu tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.  

“Sudah berbulan-bulan kami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Musim kemarau yang cukup panjang buat sumur kami mengering. Beberapa memang ada yang masih mengeluarkan air, tapi mengandung kapur,” kata Yanto (35), salah seorang warga Desa Poleng. 

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Sukodono. Rata-rata sumur galian di desa itu juga sudah mengering. Alhasil, selama beberapa bulan terakhir warga setempat hanya bisa mengandalkan kiriman truk tangki air. Tak jarang, warga juga terpaksa harus menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli keperluan air bersih. 

Jumat (14/9), ACT Solo bekerjasama dengan BNI Syariah Cabang Solo dan Komunitas Gesi Bisa mendistribusikan air bersih sebanyak 15.000 liter. Tim Kemitraan dan Program ACT Solo Haryadi mengatakan upaya itu sebagai bukti simbolis komitmen untuk membantu masyarakat di area Solo Raya yang terdampak kekeringan. 

“Sampai sekarang tim ACT Solo terus melakukan kunjungan ke daerah-daerah yang dikabarkan alami kekeringan. Insya Allah, kami berkomitmen akan terus membantu, semaksimal mungkin dalam program Bantuan Air Bersih. Serta berencana membangun Wakaf Sumur di beberapa titik,” ujar Haryadi. []