DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Krisis Air, Warga Sembalun Terus Dipasok Air Bersih

ACT Nusa Tenggara Barat
Krisis Air, Warga Sembalun Terus Dipasok Air Bersih

ACTNews, LOMBOK TIMUR – Dampak bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok dan sekitarnya awal Agustus 2018 silam masih dirasakan warga hingga saat ini. Guncangan gempa bermagnitudo 7 itu banyak menghancurkan jaringan pipa air bersih dari sumber air di pegunungan Rinjani ke desa-desa warga, di antaranya Desa Sajang dan Beluk Petung, di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Sudah hampir 8 bulan warga dua desa di Sembalun itu mengalami krisis air. Mereka hanya mengandalkan air dari hujan serta sumur yang ada di desa tetangga. Jarak ke sumur bisa mencapai berkilo-kilo meter jauhnya.

Guna memenuhi kebutuhan air di dua desa yang mengalami krisis air itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendistribusikan air bersih sejak Selasa (12/3) kemarin. Muhammad Romi Saefudin dari Tim Program ACT Nusa Tenggara Barat mengatakan, pendistribusian air ini akan dilakukan setiap hari. Sebanyak 6.600 liter akan dikirimkan per harinya menggunakan truk berisi tangki air. “Inya Allah, ini akan berlangsung selama tiga bulan ke depan,” jelasnya, Kamis (14/3).

Selain mendistribusikan air bersih, ACT juga tengah membangun sumur di Sembalun. Sumur ini sudah dicek ketersediaan airnya. Diharapkan, sumur dapat menjadi sumber air baru bagi warga Sembalun, termasuk Desa Sajang dan Beluk Petung.

Sumur akan digali di Desa Sembalun Lawang. Jaraknya lebih kurang 14 kilometer dengan Desa Sajang. Nantinya, sumur ini akan menjadi sumber air di beberapa desa yang berada di kaki Gunung Rinjani. “Kami juga akan membangun jaringan pipa dari sumber air menuju desa-desa yang krisis air,” tambah Romi.

Selain di Sembalun Lawang, sebelumnya ACT melalui Global Wakaf membangun Sumur Wakaf di Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Timur. Di desa tersebut, jaringan air dari pegunungan terputus akibat longsoran tanah saat gempa. Pengeboran sumur di desa tersebut pun sempat mengalami kendala. Bebatuan cadas keras yang ada di bawah tanah Akar-akar membuat mata bor berkali-kali patah.

Sampai saat ini, pembangunan sumur terus berlangsung setelah pengadaan mata bor bergerigi khusus batuan cadas. Romi mengatakan, kedalaman sumur saat penghentian sementara pengerjaan untuk menunggu mata bor baru, sudah mencapai 21 meter. “Sambil menunggu mata bor, tim Global Wakaf membangun tiang untuk tangki air serta tempat untuk berwudu,” jelasnya pada Kamis (7/3) lalu. []