DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Layarkan Kapal Kemanusiaan Tepian Negeri, ACT Kolaborasi TNI Angkatan Laut

Layarkan Kapal Kemanusiaan Tepian Negeri, ACT Kolaborasi TNI Angkatan Laut

ACTNews, JAKARTA - Melayarkan sebuah Kapal Kemanusiaan pada kenyataannya memang bukan urusan yang sepele. Ada banyak hal yang harus diurus, ada banyak koneksi yang harus dihubungkan dengan pihak-pihak terkait. Karena dasarnya, urusan kemanusiaan itu memang bukan hanya tanggung jawab satu atau dua pihak. Perlu koneksi yang meluas, kolaborasi berbagai macam instansi, perlu empati yang ditularkan dan energi yang baik yang meluas hingga ke berbagai macam lapisan.

Apalagi, setelah beberapa tahap melayarkan Kapal Kemanusiaan untuk merespons kelaparan di Afrika, Aksi Cepat Tanggap (ACT) masih punya agenda lain yang tak juga tak kalah besar. Sesuai rencana awal yang telah disusun, ACT bakal memberangkatkan beberapa periode Kapal Kemanusiaan hingga ke pelosok Indonesia. Kapal ini bakal membawa nama “Kapal Kemanusiaan untuk Tepian Negeri”.

Meski hanya melayarkan Kapal Kemanusiaan melewati rute-rute lokal, tetap bukan urusan yang mudah untuk menjangkau wilayah pelosok Indonesia. Ada ribuan titik-titik pelosok yang bakal coba ditembus menggunakan kapal laut. Lantas bagaimana menghubungkan titik-titik pelosok itu?

Tantangan inilah yang coba dijawab dengan mengajak serta armada Kapal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut. Sebagai langkah awal, ACT menjajaki kerjasama ini dengan bersilaturahmi ke Markas Besar TNI AL di Cilangkap, Jakarta Timur.

Tepat pukul 10.00 WIB, Jumat (26/7) rombongan ACT dipimpin Senior Vice President Syuhelmaidi Syukur bertandang ke Mabes AL. Setelah melewati protokoler keamanan yang lengkap di dalam markas besar, rombongan ACT diterima langsung oleh Asisten Personalia (Aspers) Kasal Laksamana Muda TNI Karma Suta, SE, MM. Pertemuan berlangsung santai selama kurang lebih sejam sebelum adzan Shalat Jumat berkumandang.

Perbincangan awal, Laksda Karma Suta mengaku kagum dan merasa tercerahkan dengan kehadiran Aksi Cepat Tanggap. “Ternyata kiprah ACT sudah mengglobal ya, sudah lintas dunia. Saya merasa tercerahkan, baru kali ini mengerti kiprah ACT,” ungkap Laksda Karma Suta.

Dalam perbincangan itu, Syuhelmaidi pun menceritakan tentang ikhtiar Bangsa Indonesia yang sudah kirimkan kurang lebih 1000 ton beras sampai ke Pelabuhan Mogadishu Somalia. “InsyaAllah pekan pertama Juni Kapal Kemanusiaan ACT tahap pertama sudah tiba di Somalia, 1000 ton beras bakal langsung didistribusikan saat itu juga hingga titik-titik pelosok Somalia,” kata Syuhelmaidi.

Syuhelmaidi juga mengatakan, sebetulnya interaksi ACT dengan personil TNI AL sudah sering terjadi tapi belum terencana,  terutama dalam momen bencana di kawasan di mana TNI AL memiliki pos-pos pertahanan dan keamanan di pulau-pulau tepian negeri.  Hubungan itu, yang tadinya bersifat alami dan insidental karena tuntutan situasional,  lewat silaturahim ini ingin kami formalkan, terprogram, terkoordinasi.

"Alhamdulillah, kunjungan ini saling membangun kesepahaman dan sepakat diteruskan dengan tahapan pertemuan yang lebih teknis. TNI AL sebagai institusi militer, terbuka untuk sinergi dengan seizin instansi di atasnya. Kerjasama lebih operatif melalui sinergi program reguler ysng dikoordinasi sejumlah kementerian, sehingga pada porsi yang menjadi kewenangan TNI AL, ACT bisa bersinergi lebih mudah bersama kementerian terkait. Ini jalan kebersaman yang bagus untuk program-program yang berkelanjutan." kata Syuhelmaidi. 

TNI AL Siap dukung Kapal Kemanusiaan Tepian Negeri

Tentang menjangkau wilayah-wilayah tepian negeri, dalam perbincangan itu Laksda Karma Suta pun menjelaskan tentang beberapa program sosial dari TNI AL yang sudah bergulir. “Banyak program sosial TNI AL yang bahkan sudah menjadi program nasional. Membawa Kapal Perang TNI AL sampai ke pulau-pulau pelosok. Membawa bantuan medis, membuka kegiatan bakti sosial di desa-desa pelosok atau pulau-pulau terdepan,” jelasnya pada rombongan dari ACT.

Menegaskan kembali kolaborasi untuk Kapal Kemanusiaan Tepian Negeri, Laksda Karma Suta minta ACT mengontak kementerian sosial atau berkoordinasi langsung dengan Presiden. “Bagaimanapun kondisi fasilitas kami, tetap merupakan piranti militer. Biar hanya kapal tua, kapal perang dengan Bendera Republik Indonesia tetaplah simbol negara. Dukungan apapun dengan Kapal Perang TNI AL harus atas perintah Presiden. Kalau Presiden bilang bantu!, semua unsur TNI akan bergerak,” ujarnya.

Laksda Karma Suta pun membuka jalan kepada ACT untuk berkoordinasi langsung dengan pangkalan dan personel TNI AL di wilayah program. Mengontak pangkalan TNI AL di wilayah Indonesia Timur, atau di pelosok untuk menjalin koordinasi.

“InsyaAllah ACT sejalan dengan misi Pemerintah Indonesia. Membantu warga yang kurang di mampu di daerah terpencil. Kami tercerahkan dengan tatap muka langsung. Sebelumnya kami hanya tahu ACT dari media dan internet,” pungkas Laksda Karma Suta. []

TAGS