DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Mari Bantu Penyembuhan Yudha, Bocah Pengidap Kista Hepar

Mobile Social Rescue
MSR Jateng

ACTNews, SEMARANG - Usia tidak menjadi jaminan individu memiliki nikmat sehat yang paripurna. Ujian penyakit bisa datang kapan saja, tidak memandang tua maupun muda. Yudha Adhi Pradana memahami hal ini di usia yang belia. Anak laki-laki berumur tujuh tahun tersebut didiagnosis mengidap penyakit kista hepar (hati). Hari demi hari yang ia lalui adalah tentang perjuangan melawan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya.

Tim Mobile Social Rescue Jawa Tengah menemui Yudha dan keluarganya yang tinggal di Jatisono, Demak. Giyanto selaku Penanggung Jawab Program MSR-ACT Jawa Tengah mengatakan, Yudha pernah menjalani perawatan selama setahun dengan 60 kali check up. Ini termasuk enam kali rawat inap di rumah sakit. 

Rumah sakit tempat perawatan Yudha pun cukup jauh dari tempat tinggalnya. Selama perawatan, ia bersama ibunya, Anik Umiati, harus menempuh perjalanan selama dua jam menuju Rumah Sakit Dr. Kariadi di Semarang.

“Di rumah sakit ini, Yudha ditangani tiga dokter spesialis dan telah menjalani dua kali operasi. Pertama untuk jaringan hatinya dan kedua untuk pembuatan saluran empedu. Hingga dokter merujuk segera untuk dilakukan cangkok hati  di salah satu rumah sakit khusus di Jakarta, agar Yudha tetap dapat bertahan hidup,” jelas Giyanto.

Operasi cangkok hati Yudha membutuhkan biaya yang besar, yakni 1,7 miliar rupiah. Anik yang hanya seorang ibu rumah tangga, harus rela menjual barang-barang berharga yang dimilikinya, demi kesembuhan anak tercintanya.

"Saya melakukan semua yang saya bisa. Saya menjual apa yang saya miliki, pinjam sana-sini, dan berhutang, hanya demi kesembuhan anak saya," ungkap Anik.

Langkah demi langkah dilakukan. Usaha demi usaha diupayakan. Namun, semua yang dilakukan masih membutuhkan kesabaran. Meski memiliki BPJS, Anik mengaku asuransi tersebut  tak bisa membiayai penuh operasi cangkok hati Yudha.

Pada saat anak seusianya tengah asik belajar dan bermain, Yudha harus menguatkan dirinya untuk tetap menjaga kondisi dengan beristirahat di rumah. Yudha juga sering mengeluh perutnya yang sakit. Hal ini diperburuk dengan kondisi fisik Yudha yang mengalami kekurangan gizi.

Untuk memenuhi kebutuhan gizinya, Yudha harus mengonsumsi susu peptament dengan jumlah yang banyak sesuai dengan anjuran dokter. Menurut dokter, susu ini dapat membantu memulihkan badannya jika dikonsumsi secara teratur. 

Di tengah ikhtiarnya untuk membiayai operasi cangkok hati Yudha, Anik secara berkala harus menyisihkan tabungannya untuk membeli susu tersebut seharga 300-500 ribu rupiah.

Sementara itu, Anik terus mengupayakan agar operasi cangkok hati anaknya dapat segera dilaksanakan. Namun demikian, upaya tersebut mengalami kendala.

“Semua persiapan untuk operasi sudah dipersiapkan, hanya saja manajemen rumah sakit masih sulit ditemui untuk menandatangi persetujuan. Belum ada kepastian kapan dapat segera menandatangi persetujuan,” tutur Anik.   

Anik berharap dirinya mampu mengumpulkan biaya operasi untuk buah hatinya. Dengan demikian, proses operasi tersebut dapat segera dilakukan. 

Agar Yudha bisa menjalani operasi untuk kesembuhan dirinya, Tim MSR- ACT Jawa Tengah bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Semarang pun melakukan pendampingan dan penggalangan dana.

“Insya Allah, kami akan berikhtiar membantu penggalangan dana serta pendampingan untuk kesembuhan Yudha,” ungkap Giyanto.

Mobile Social Rescue (MSR) merupakan penanganan dan pendampingan kasus sosial yang dilakukan ACT. Dibentuk sejak tahun 2010, MSR berperan membantu, memfasilitasi, mendampingi, dan mengadvokasi permasalahan-permasalahan sosial yang dialami masyarakat kurang mampu. []

 

Mari berikan doa dan dukungan terbaik anda untuk kesembuhan Yudha Adhi Pradana, pengidap penyakit  Kista Hepar (Hati) melalui rekening:
BSM  7055991639
Atas nama: Aksi Cepat Tanggap (ACT)  
Kontak Person: 085727244760 (Giyanto)

758

TAGS