DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Menu Bintang Lima, Pengganti Mi di Kamp Pengungsian Sigi

Humanity Food Truck
Menu Bintang Lima, Pengganti Mi di Kamp Pengungsian Sigi

ACTNews, SIGI - Matahari di atas ubun-ubun sedang terik-teriknya, tapi tak ada rasa lelah yang nampak di garis wajah mereka satu per satu. Sementara itu, kamp pengungsian Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi memang berada persis di jalur lintasan khatulistiwa. Suhu rata-rata di Sulawesi Tengah kalau tengah hari bisa mencapai 37 derajat Celsius, Tapi, di siang yang terik, seperti sudah diabaikan oleh sekumpulan bocah-bocah di kamp tersebut. Mereka punya energi berlebih untuk berkumpul dan bermain.

Di akhir pekan pertama Oktober 2018, mereka berkumpul di bawah bayang-bayang kendaraan besar berwarna hijau dan oranye, mereka menyebutnya mobil dapur umum, sementara penanda di badan mobil bongsor itu jelas tertulis; Humanity Food Truck dari Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Anak-anak Desa Lolu, berteduh di bawah bayang-bayang Humanity Food Truck ACT

Sekumpulan anak-anak yang menetap di tenda pengungsian Lapangan Desa Lolu itu bukan sekadar bermain, mereka sedang menunggu makanan yang disajikan untuk mereka, bisa segera mereka ambil untuk disantap bersama.

“Aku mau baris di depan. Aku mau makan duluan,” teriak Ipo (4), salah satu anak dengan usia termuda. Badannya memang kecil mungil, tapi Ipo bisa bertahan di barisan paling depan, di bawah bayang-bayang mobil bongsor berwarna hijau dan oranye itu.

Ipo, bocah empat tahun tidak mau ketinggalan tertib mengantre di urutan paling depan, menunggu makan siangnya siap disantap

Hari itu, Humanity Food Truck ACT menjadi tamu spesial bagi warga penyintas gempa yang mengungsi di Lapangan Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru. Kedatangan Humanity Food Truck ACT bersamaan juga dengan peletakan batu pertama Hunian Nyaman Terpadu ACT yang dibangun di Lapangan Desa Lolu.

Menu bintang lima pengganti mi dan telur

Ketika menu-menu makan siang itu rampung dimasak dan dibungkus dalam wadah bening, sekumpulan bocah penyintas gempa mengambil satu per satu porsi makan mereka. Awalnya mengantre rapi di sebelah Humanity Food Truck ACT, tapi ketika nasi dan lauk istimewa sudah mereka genggam, langkah seribu mereka ambil. Lari sekencang-kencangnya, mengambil duduk sila melingkar di dalam tenda terpal, tak jauh dari Humanity Food Truck ACT terparkir.

Berdoa bersama sebelum santap siang menu andalan dari Humanity Food Truck ACT 

Tawa dari keseruan mereka masih pecah, ketika akhirnya salah satu anak yang paling besar, Rangga (11) memimpin berdoa sebelum makan. “Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar,” ucap anak-anak itu kompak.

Makan siang bersama pun dimulai. Belasan anak-anak lelaki di Lapangan Desa Lolu, duduk bersila bersama. Ekspresi terkejut dengan lengkapnya lauk yang disajikan tampak di wajah lugu mereka.

Terkejut, melihat betapa lengkapnya menu yang disediakan oleh Humanity Food Truck ACT 

“Aku makan ikan, tempe, telur, sayur, nasi. Aku suka. Sekarang rumahku sudah tidak bisa ditempati, sudah mau ambruk. Sejak malam gempa kemarin, tinggal di tenda. Aku biasa di rumah cuma makan mi sama nasi aja. Alhamdulillah ini enak lauknya banyak,” ucap Rangga ketika pertama kali membuka kotak penutup makanan dari Humanity Food Truck ACT.

Hari itu, secara khusus Humanity Food Truck ACT memang singgah di Desa Lolu, membawa ribuan paket makanan siap santap, dengan deretan menu rasa bintang lima. Jonie Kusuma Hadi (42), chef utama sekaligus koordinator urusan menu makanan Humanity Food Truck ACT mengatakan, menu makan siang yang disiapkan untuk Desa Lolu banyak variasinya.

Membungkus ulang makanan yang tidak habis. Untuk disantap kembali di tenda pengungsian mereka

“Untuk Desa Lolu, kami siapkan menu bermacam-macam. Alhamdulillah ada 1.300 porsi makan siang yang kita berikan ke warga dan para pengungsi calon penghuni shelter ACT. Menunya mulai dari bistik daging, chicken black pepper, ikan saus dabu-dabu, ikan kembung saus black pepper, telur rebus, juga sayurannya ada tumis buncis,” jelas Chef Jonie.

Menu santap siang dari Humanity Food Truck ACT pun dirasa istimewa oleh Jasmin (42) dan puteranya Wahyu (4). Jasmin, seorang bapak yang bekerja sebagai pengemudi mobil bak, termasuk satu dari ratusan warga calon penerima Hunian Nyaman Terpadu - ACT di Desa Lolu. Siang itu, Jasmin pun ikut merasakan gurihnya menu bintang lima dari Chef Jonie.

Jasmin, setelah gempa, setiap harinya hanya bisa menyiapkan menu makan nasi, mi dan telur untuk anak dan istrinya

“Rumah saya rusak parah, gara-gara gempa. Sudah tidak bisa ditempati. Sekarang tinggal di depan rumah, di halaman bangun tenda. Kalau di rumah biasa masak nasi lauknya mi. Kadang ada rezeki untuk beli ikan sama telur,” cerita Jasmin.

Bagi Jasmin, santap siang hari itu adalah hal yang istimewa. Pasalnya sudah sebulan lebih sejak kejadian  gempa, tsunami dan likuefaksi, hidupnya sebagai seorang bapak sedang berada di titik terendahnya.

Menu makan siang istimewa Jasmin dan Wahyu. Ada ikan, ayam, daging lengkap 

“Makan kami harus terima apa adanya. Di rumah kami yang hampir ambruk, kami tinggal sementara di halaman depan. Atapnya sudah saya belikan seng kemarin, tapi dindingnya masih terpal. Saya hanya supir panggilan untuk angkut angkut barang, sekarang belum mulai lagi bekerja,” tuturnya.

Jam makan siang sudah lewat, ribuan porsi makan siang tandas disantap bersama oleh warga penyintas gempa di Desa Lolu dan sekitarnya. Lauk-lauk bintang lima khas Humanity Food Truck ACT sejenak menggantikan nasi dengan lauk mi yang telah menjadi menu andalan di tenda pengungsian.

Humanity Food Truck ACT masih akan tetap berkeliling seantero Sulawesi Tengah. Menyiapkan menu makan terbaik untuk penyintas gempa, likuefaksi dan tsunami

Humanity Food Truck ACT akan terus bergerak ke lokasi-lokasi tenda pengungsian di seantero Palu-Sigi, Donggala. Alhamdulillah pengadaan bahan pangan seperti daging sapi, ayam, sayuran di pasar mulai stabil setelah gempa sebulan lalu. Jadi menu-menu dengan gizi dan rasa terbaik insyaAllah bisa kita jamin tersedia selalu di Humanity Food Truck ACT,” pungkas Chef Jonie. []