DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Menyulap Terminal Menjadi Kelas Kreatif

ACT Aceh
Menyulap Terminal Menjadi Kelas Kreatif

ACTNews, BANDA ACEH - Terminal erat kaitannya dengan transportasi darat seperti bus antarkota antarprovinsi. Lingkungan terminal juga kerap dipenuhi lalu lalang penumpang, supir, kenek, hingga pedagang asongan. Namun, di Banda Aceh, lingkungan terminal juga tidak sepi dari kegiatan belajar mengajar (KBM).

Di Terminal Keudah, Banda Aceh, anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan tersebut secara rutin berkumpul dan belajar bersama di kelas kreatif. Mereka tidak hanya belajar mengembangkan daya kreatifitas, namun juga berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial.

Rabu (11/9), ACT Aceh berkesempatan mengunjungi kelas kreatif tersebut, yang berlokasi di sekretariat Komunitas Terminal Kreasi Aceh (TKA) di Terminal Keudah, Banda Aceh. Kedatangan tim disambut dengan meriah oleh anak-anak yang sedang belajar.

TKA sendiri merupakan sebuah komunitas yang berfokus pada pendidikan dan isu-isu sosial di Banda Aceh. Setiap Rabu, komunitas tersebut aktif mengadakan kelas kreatif bersama anak-anak di Terminal Keudah. Anak-anak ini berasal dari lingkungan sekitar terminal yang mayoritas kurang mampu secara ekonomi.

Berdiri pada awal 2017, komunitas TKA berkomitmen untuk mengadakan kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Salah satunya adalah dengan mengadakan kelas kreatif secara rutin untuk anak-anak di lingkungan Terminal Keudah. Hal ini disampaikan oleh Reza Gunawan selaku Ketua Komunitas TKA.

Reza mempunyai harapan bahwa kelak TKA bisa mengorbitkan anak-anak yang merdeka secara pikiran dan menenbisa menentukan kelak mereka mau menjadi apa. Selain itu, mereka juga mengadakan kegiatan seperti bersih-bersih pantai dan kegiatan lainnya. Selama ini kegiatan yang rutin dilakukan adalah belajar bersama anak-anak Terminal Keudah.

“TKA ini sendiri hadir memang dengan tujuan untuk membersamai anak-anak yang ada di lingkungan Terminal Keudah dan sekitarnya. Kita takut, lingkungan terminal yang kurang kondusif menjadikan anak-anak ini terbawa ke arah yang kurang baik. Makanya setiap pulang sekolah, mereka akan ke secretariat TKA untuk belajar bersama kita. Mereka belajar tentang menggambar, mewarnai, cara interaksi yang sopan dengan orang lain dan berbagai soft skills yang sering abai diajarkan di sekolah. Kita berharap suatu saat nanti anak-anak ini bisa bebas menentukan mereka mau menjadi apa dan kemana. Untuk saat ini sendiri kita baru sanggup mengajarkan mereka pada satu hari dalam seminggu yaitu hari rabu. Jadi setiap rabu setelah pulang sekolah, anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar ini akan menyambangi TKA untuk belajar bersama kita.” Ujar Reza panjang lebar.

Reza menambahkan bahwa selama ini mereka mendapat bantuan dana operasional dari Aksi Cepat Tanggap Aceh untuk keberlangsungan kegiatan. Reza berharap, ke depan kelas ini bisa berlangsung setiap hari dengan pengajar dari berbagai latar belakang dan kelas-kelas yang lebih kreatif.

“selama ini saya juga mengajak beberapa orang teman untuk ikut mengajar di sini. Alhamdulillah respon yang saya dapatkan bagus, misalnya ada beberapa mahasiswa yang datang untuk ikut mengajar bahkan ada yang menawarkan diri untuk mengajar rutin. Saya berharap suatu saat, Terminal Kreasi Aceh melalui program kelas kreatif bagi anak-anak terminal Keudah ini bisa membawa anak-anak ini menggapai cita-citanya. Sehingga mereka tidak terseret ke arus yang kurang baik.” Ungkap Reza.

Laila Khalidah selaku staf program ACT Aceh mengatakan bahwa awal pertemuan dirinya dengan Reza adalah pada awal 2017. Saat itu reza memaparkan idenya untuk memberdayakan lingkungan terminal menjadi salah satu sarana belajar untuk anak-anak disana, namun terkendala belum punya tempat yang memadai. ACT lalu mengusahakan dengan membantu keberadaan fisik tempat. Agar proses belajar yang tadinya di ruang-ruang terbuka terminal dapat berlangsung ditempat yang lebih kondusif. Kini rumah belajar ini sudah punya bangunan fisik dan proses belajar sudah mulai berjalan teratur. ACT akan terus berupaya membantu kegiatan ini agar terus berjalan lebih baik dan tempat tersebut menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan membawa manfaat yang besar untuk masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar Terminal Keudah.

“Awal pertemuan Reza dengan saya 2017. Saat itu reza memaparkan idenya untuk memberdayakan lingkungan terminal menjadi salah satu sarana belajar untuk anak-anak disana, namun terkendala belum punya tempat yang memadai. Lalu kami dari ACT mengusahakan dengan membantu keberadaan fisik tempat. Agar proses belajar yang tadinya di ruang-ruang terbuka terminal dapat berlangsung ditempat yang lebih kondusif. Kini rumah belajar ini sudah punya bangunan fisik dan proses belajar sudah mulai berjalan teratur. ACT akan terus berupaya membantu kegiatan ini agar terus berjalan lebih baik dan tempat tersebut menjadi tempat belajar yang menyenangkan dan membawa manfaat yang besar untuk masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar Terminal Keudah.” Papar Laila.

Reza dan kawan-kawan mempunyai harapan, kelak dari TKA ini bisa melahirkan anak-anak yang sukses dan mempunyai jiwa sosial dan kemanusiaan yang tinggi. []

TAGS