DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Meski Akses Masuk Dipersulit, Distribusi Makanan di Al-Aqsa Tetap Berjalan

Let's Save Palestine
Meski Akses Masuk Dipersulit, Distribusi Makanan di Al-Aqsa Tetap Berjalan

ACTNews, YERUSALEM - Kebebasan beribadah di dalam Al-Aqsa tidak pernah benar-benar terpenuhi. Untuk sebagian besar Muslim Palestina, sekadar sujud di Al-Aqsa masih rumit dan dipersulit. Tidak ada yang bisa menjamin langkah kaki ke al-Aqsa tak bakal terhenti atau dihentikan paksa oleh pihak keamanan Israel.

Langkah bisa saja terhenti di lorong-lorong pintu gerbang Al-Aqsa, tertahan oleh barisan polisi Israel yang sepanjang hari mencangklong senjata berat. Sembari menatap sinis terlontar jawaban dari barisan polisi Israel itu: “Maaf, pintu Al-Aqsa hari ini ditutup untuk ibadah, hanya Muslim Palestina di atas 50 tahun yang boleh masuk ke dalam.” Begitu kondisi Al-Aqsa sampai hari ini, masih saja terbatas dan dikontrol ketat.

Meski Sabtu kemarin (29/7) pintu metal detector sudah dilepas, kamera pengawas CCTV dicopot dari sudut-sudut Al-Aqsa. Status quo masih dianggap sepele oleh Israel. Padahal status quo sudah tegas menyatakan; Muslim Palestina punya hak penuh untuk beribadah di dalam Al-Aqsa. Sementara non-Muslim hanya boleh berkunjung, tidak untuk memanjatkan doa apalagi beribadah di sudut manapun di Al-Aqsa.

Yahudi paksa masuk Al-Aqsa, Tim ACT sulit bawa masuk makanan untuk jemaah

Hanya berjarak 3x24 jam setelah Israel melepas semua pintu metal detector, larangan masuk ke dalam Al-Aqsa rupanya berlaku kembali. Pemicunya berawal dari rangkaian ibadah Komunitas Yahudi, Selasa (1/8) kemarin.

Hari Selasa itu, Komunitas Yahudi di seluruh dunia merayakan hari suci peringatan penghancuran Kuil Haikal Sulaiman. Kuil Haikal Sulaiman (Solomon Temple) adalah tempat ibadah yang dibangun oleh Nabi Sulaiman ‘Alaihissalam sekian ribu tahun sebelum Masehi. Kuil menjadi tempat ibadah yang memang diperuntukkan untuk Kaum Nabi Sulaiman, Kaum Bani Israil.

Prosesi ibadah Yahudi ini menjadi masalah ketika dalam rangkaiannya, sekira 1.000 lebih Yahudi memaksa masuk ke dalam Al-Aqsa. Masuk untuk berdoa dan beribadah ritual di Western Wall atau Buraq Wall, tembok yang diklaim Yahudi sebagai Tembok Ratapan. Klaim Yahudi, Tembok Ratapan adalah sisa-sisa terakhir dari Kuil Haikal Sulaiman.

Malah sejak malam sebelumnya, Senin (31/7) akses masuk ke Al-Aqsa sudah dipersulit. Polisi Israel lagi-lagi menjaga gerbang al-Aqsa, membatasi siapa pun Muslim Palestina yang hendak beribadah di dalamnya.

Sepanjang hari Selasa lalu (1/8) pintu gerbang Al-Aqsa dijaga ketat, polisi Israel lalu-lalang menyusuri lorong-lorong Kompleks al-Aqsa. Atmosfer al-Aqsa kembali tegang. Ribuan polisi Israel menjaga proses ibadah Yahudi di sekeliling Al-Aqsa.

Imbasnya, hal ini menjadi tantangan berat bagi belasan tim Aksi Cepat Tanggap. Bertepatan dengan perayaan ibadah Yahudi itu, Tim ACT masih harus melanjutkan distribusi ribuan paket makanan untuk jemaah Al-Aqsa.

Setelah salat Zuhur, tim ACT hanya bisa membawa kurang lebih 1.000 paket makanan bagi jemaah masjid Al-Aqsa yang lewat di lorong-lorong. Makan siang habis dibagikan di sekitar gerbang Al-Kateneen, menu lengkap berupa nasi ayam, air mineral, jus buah, dan roti. Sementara sekitar 200 paket makanan lainnya diberikan kepada para Mourabitoun dan para penjaga al-Aqsa. Karena ketatnya kontrol dari Polisi Israel sepanjang perayaan ibadah Yahudi, Tim ACT hanya bisa membawa 200 paket makanan sampai di depan pintu Al-Kateneen.

Selasa siang kemarin (1/8), bantuan makanan dari Dapur Indonesia untuk Al-Aqsa adalah amanah dari 1,5 juta followers akun komunitas tausiyahku_ di jejaring sosial Instagram.

“Alhamdulillah, pekerjaan distribusi makanan hari Selasa (1/8) selesai. Hambatan jauh lebih berat dibanding hari sebelumnya, karena ada perayaan ibadah Yahudi di dalam Al-Aqsa, polisi Israel selalu melarang dan mengusir kami dari kawasan masjid Al-Aqsa. Tapi kami yakin kemudahan dari Allah selalu ada. Bantuan makanan dari ACT dan Indonesia sekali lagi sampai di tangan jamaah Al-Aqsa,” ujar Abou Nadeem*, salah satu relawan ACT di Al-Aqsa. []

*bukan nama sebenarnya demi keamanan tim ACT di al-Aqsa

TAGS