DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Mobile Water Tank ACT di Tengah Perjuangan Warga Gaza

Let's Save Palestine
Mobile Water Tank ACT di Tengah Perjuangan Warga Gaza

ACTNews, GAZA – Seperti pekan-pekan sebelumnya, selepas salat Jumat emosi warga Gaza berkumpul menjadi satu. Sajadah salat Jumat digulung rapi, puluhan ribu warga Gaza bergerak. Berkumpul di sepanjang wilayah perbatasan Gaza sebelah timur.

Semua bergabung; laki-laki, perempuan, anak kecil, si ayah, si ibu, sampai para lansia ikut turun tangan. Aksi besar kembali bergemuruh.  

Jumat kemarin (13/4) aksi Al-Awdah March, atau The Great Return March, kembali berlangsung. Tak berbeda dengan dua aksi di pekan-pekan sebelumnya, aksi ketiga ini dipusatkan di wilayah perbatasan Khan Younis.

Tuntutan warga Gaza pun masih tetap sama; menyuarakan agar dunia tahu bahwa Palestina masih belum merdeka. Palestina selama ini masih menjadi bangsa yang tanah kelahirannya diambil paksa oleh si penjajah.

Jumat (13/4) kemarin, sejak siang hingga menjelang Maghrib, gemuruh warga Gaza berpusat di Khan Yonis. Ban-ban bekas kembali dibakar. Tujuannya satu, asap pembakaran ban dianggap efektif untuk mengaburkan pandangan para penembak jitu Israel yang bersembunyi di balik gundukan bukit, di seberang perbatasan.

Namun tetap saja, aksi warga Gaza kembali dibalas dengan serangan fatal. Peluru dari penembak jitu Israel berkali-kali terdengar diletuskan. Anak-anak muda Gaza yang bersenjata batu tumbang ditembus peluru.

Sampai puncaknya, sebuah kamp medis di lokasi aksi, juga menjadi target dari lemparan gas beracun. Dari video yang tersebar viral di media sosial, puluhan tim medis berlarian, mengerang kesakitan setelah gas air mata dari militer Israel diarahkan langsung ke dalam tenda-tenda medis warga Gaza.

Mobil Water Tank ACT, bersiaga untuk pejuang Gaza

Selagi puncak aksi, di tengah kepulan asap dan serangan gas air mata, tampak sebuah truk water tank berwarna putih, hijau dan oranye, mencolok di tengah kepulan asap. Di kanan kiri truk tercetak jelas tulisan mobile water tank. Artinya truk tangki itu mengangkut air, jumlahnya tentu ribuan liter sekali angkut.

Hal lain yang tampak berbeda, di bagian atas truk water tank itu pun tampak berkibar bendera Merah Putih dan bendera Palestina. Ya, mewakili amanah masyarakat Indonesia, truk tangki air berkapasitas ribuan liter dihadirkan di tengah aksi Al-Awdah March.

Jumat kemarin (13/4) puluhan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang bertugas di Gaza membawa dua unit truk water tank ke lokasi aksi. Mohammed Najjar, salah satu relawan ACT di Gaza mengabarkan, dua truk water tank ACT melayani warga Gaza di saat aksi Al-Awdah March berlangsung.

 “Dua titik fokus para demonstran Jumat kemarin di perbatasan Khan Younis dan di tengah Gaza City. Alhamdulillah bantuan air bersih ini segera diserbu warga Gaza di tengah aksi. Ini memudahkan mereka memperoleh akses air bersih dan air minum yang cukup,” kata Najjar.

Najjar juga berkisah, tidak hanya untuk keperluan minum, air bersih yang diangkut water tank ACT itu menjadi pertolongan pertama.

“Ketika gas air mata dilemparkan ke tengah kumparan demonstran warga Gaza, air bersih dari mobile water tank seketika digunakan untuk membasuh wajah. Mereka sampai kesulitan bernapas karena banyaknya gas air mata yang ditebarkan militer Israel,” kisahnya.

 

Aksi Al-Awdah March masih akan terus berlangsung hingga puncaknya, Nakba Day, yang jatuh pada 15 Mei 2018. Nakba diperingati warga Palestina sebagai hari di mana kemerdekaan Palestina benar-benar terhapus. Hari di mana Israel berdiri sebagai sebuah negara, dengan menindas kemerdekaan Bangsa Palestina.

“Insya Allah, water tank ACT dari masyarakat Indonesia akan terus ada di tengah aksi Al-Awdah March hingga puncaknya, yakni Nakba Day,” kata Najjar.  

 

Informasi terbaru usai aksi Al-Awdah March Jumat (13/4) kemarin, jumlah korban terluka hampir mencapai 1.000 orang, Laporan dari Kementerian Kesehatan Palestina, sekira 969 warga sipil Gaza terluka akibat peluru tajam dan gas air mata yang dilepaskan Israel.

Korban terluka bahkan termasuk para jurnalis dan tim medis yang bertugas di antara gemuruh aksi Al-Awdah March. []

 

274

TAGS