DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

MRI-ACT Tinjau Daerah Terdampak Banjir Riau

ACT Riau
m

ACTNews, RIAU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap cuaca buruk yang terjadi pekan ini. Melalui siaran pers, pergerakan aliran massa udara dingin dari Asia (Monsun Dingin Asia) yang signifikan beberapa hari terakhir menjadi salah satu penyebab meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia. Dalam informasi cuaca yang dikeluarkan Senin (10/12) lalu itu disampaikan, BMKG menyebut keadaan itu berpotensi menyebabkan banjir dan longsor di Sumatera dan Jawa.

Dampak curah hujan yang tinggi sudah terlihat pada sejumlah wilayah di Sumatra, salah satunya Provinsi Riau. Banjir melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kabupaten Indragiri Hulu. Mengetahui keadaan tersebut, Tim Emergency Response ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Riau meninjau lokasi terdampak banjir.

Selasa (11/12), tim melakukan tinjauan ke Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar. Menurut pantauan Manahan Nasution selaku Koordinator Wilayah MRI Riau, banjir di Kecamatan Gunung Sahilan berlangsur surut. “Banjir terjadi karena luapan air sungai. Saat tim ke lokasi, banjir mulai surut, namun debit air masih cukup deras,” terang Manahan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Manahan, banjir di Kecamatan Gunung Sahilan terjadi tahunan. Saat tim berada di lokasi, masih terdapat sekitar 50 halaman rumah warga yang terendam air setinggi 50-70 sentimeter. Sejumlah warga yang tinggal di rumah model panggung memilih bertahan. Masyarakat juga memanfaatkan sampan sebagai transportasi. Mereka menggunakan sampan untuk kegiatan sehari-hari seperti mengantar sekolah atau berbelanja.

“Karena banjir tahunan, mereka sudah punya persiapan sampan untuk transportasi di kala banjir. Selain itu, mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya nelayan,” papar Manahan.

Tinjauan juga dilakukan pada Rabu (12/12) ke Kecamatan Pangean dan Kecamatan Cerenti di Kabupaten Kuantan Singingi dan Kecamatan Pasir Penyu di Kabupaten Indragiri Hulu. Di Kecamatan Pangean sejumlah petani mengalami gagal panen karena sawah mereka terendam banjir. Sedangkan di Petalongan Inhu banjir menggenangi ruas jalan utama menuju desa tersebut.

Sejalan dengan itu, Tim MRI - ACT Riau memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir. Paket tersebut terdiri dari 145 kilogram beras dan 50 liter minyak goreng yang dibagikan di wilayah Gunung Sahilan dan Cerenti.

“Paket sembako kami bagikan ke masyarakat yang aksesnya terbatas karena banjir. Mereka tidak bisa keluar rumah karena banjir masih menggenang dan jarak tempat tinggal jauh dengan perkotaan,” jelas Manahan. Tidak hanya itu, MRI-ACT Riau juga membuka posko dapur umum untuk sejumlah warga yang masih keuslitan memperoleh bahan makanan.

“Selanjutnya kami masih akan meninjau lokasi banjir untuk melihat keadaan masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kampar,” pungkas Manahan. []