DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

MRI Jateng Belajar Budi Daya Perikanan di Magelang

ACT Jawa Tengah
m

ACTNews, MAGELANG - Learning by doing, ungkapan yang tepat untuk disematkan pada relawan MRI-ACT Kabupaten Kudus dan Magelang dalam kegiatannya kali ini. Dengan semangat belajar, empat orang relawan menimba ilmu di Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang selama tujuh hari, dari Ahad (27/1) hingga Ahad (3/2).

Tim MRI-ACT dalam aktivitasnya mempelajari tentang ilmu budi daya perikanan air tawar yang langsung diajarkan oleh pakar perikanan Faisal Hadi selaku Kepala laboratorium kolam ikan. Bersama Faisal, para relawan tidak hanya belajar teori saja, mereka juga terjun langsung di kolam untuk mengamati mulai dari proses pemilihan induk, pembibitan, sampai dengan pembesaran ikan.

Bekal ilmu yang didapatkan nantinya akan dipergunakan oleh para relawan dalam membina petani maupun peternak yang ingin memulai usaha perikanan melalui berbagai program pemberdayaan ACT. "Ini adalah ikhtiar kami untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan profesi petani atau peternakan yang mulai ditinggalkan," tutur Giyanto selaku Kepala Program ACT Jateng.

Di negara agraris seperti Indonesia, swasembada pangan seharusnya menjadi keniscayaan. Namun, data BPS mencatat bahwa dalam kurun 10 tahun dari tahun 2003 hingga 2013, jumlah rumah tangga petani berkurang sebanyak 5 juta KK. Dan hal ini terus berlanjut dengan penurunan sebanyak 2% setiap tahunnya.

Giyanto menambahkan, dalam waktu dekat ACT Jateng akan menggulirkan program pemberdayaan perikanan. Untuk program pembenihan, langkah awal dimulai di Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Lokasi ini dipilih karena memang di sana telah tersedia laboratorium perikanan.

Sedangkan untuk program pembesaran ikan gurame berlokasi di Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, kabupaten Pati. Lokasi dipilih untuk memudahkan supervisi dari tim MRI-ACT. "Insya Allah akan menyusul di daerah-daerah lain di Jawa Tengah, agar semakin memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat," pungkas Giyanto. []