DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

MRI Jateng Dirikan Posko Medis bagi Korban Banjir Genuk

ACT Jawa Tengah
MRI Jateng Dirikan Posko Medis bagi Korban Banjir Genuk

ACTNews, SEMARANG – Curah hujan tinggi dan naiknya permukaan air laut adalah dua masalah tahunan penyebab banjir di Semarang. Tidak terkecuali di Kelurahan Trimulyo, Genuk. Daerah di pesisir utara itu tiap tahun menjadi daerah langganan banjir. Berdasarkan pantauan tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Tengah (Jateng), bulan Desember ini banjir sudah menggenang selama tujuh hari di wilayah tersebut.

Selain mengganggu aktivitas warga, banjir juga memunculkan sejumlah keluhan terkait kesehatan. Hal itu mendorong tim MRI membuka posko medis pada Senin (10/12) lalu. MRI Jateng menurunkan satu 1 tim medis beranggotakan 6 orang relawan yang terdiri dari 2 dokter, 2 apoteker, 1 perawat, dan 1 tenaga umum.

Ketua MRI Jateng Giyanto melaporkan, posko medis MRI Jateng dibuka di wilayah RW 1 Kelurahan Trimulyo. Sekitar 50 warga datang memeriksa kesehatan. Di posko medis tersebut, warga mendapatkan pelayanan konsultasi kesehatan dan pengobatan.

“Warga ada yang menghubungi kami terkait keluhan penyakit. Saat pemeriksaan, mayoritas warga datang dengan keluhan gatal-gatal. Gatal disebabkan oleh jamur maupun bakteri. Selain itu, beberapa warga juga mengeluhkan pusing, batuk, flu, dan nyeri otot,” lapor Giyanto.

Ia juga menyampaikan, aksi dari tim medis MRI juga diapresiasi oleh Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti yang saat itu juga meninjau lokasi banjir. Menurut Hevearita, pelayanan kesehatan sangat diperlukan di wilayah Trimulyo yang terdampak banjir.

Relawan medis yang bertugas Anggi Vita Selma Siyani juga menjelaskan, saat banjir keluhan masyarakat terkait kondisi kesehatan terulang tiap tahunnya. “Dari sisi kesehatan, penyakit yang muncul memang khas banjir. Seperti gatal-gatal, pusing di kepala belakang yang menandakan kelelahan secara psikis. Anak-anak juga banyak yang terkena batuk dan flu,” papar mahasiswa profesi kedokteran itu.

Berdasarkan keterangan Anggi, Rabu (12/12) banjir telah surut. Pemerintah menyiapkan sejumlah pompa untuk menyedot genangan air.

Lebih lanjut, MRI Jateng telah melakukan persiapan pascabencana. Menurut Anggi, penyakit-penyakit yang muncul pascabanjir lebih banyak. “MRI Jateng berencana menggelar aksi pascabencana. Berdasarkan pengalaman, pascabencana sejumlah warga terdampak akan mnegalami trauma, terutama anak-anak. Selain pelayanan kesehatan, kami juga akan adakan dukungan psikososial di 4 titik pada tiga wilayah, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Pekalongan,” jelas Anggi. []