DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Musim Hujan, Banjir dan Longsor Landa Indonesia

Emergency Response
Musim Hujan, Banjir dan Longsor Landa Indonesia

ACTNews, JAKARTA - Sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan. Menurut rilis yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan di tanah tropis ini dibagi menjadi beberapa waktu. Awal penghujan di sebagian wilayah akan terjadi pada September, Oktober, November, hingga Desember.

BMKG memperkirakan, puncak musim hujan sebagian besar akan jatuh pada Januari dan Februari 2019 mendatang. Namun, ada pula wilayah yang baru tiba pada puncak penghujan pada Juni 2019 mendatang. Berdasarkan data itu, dapat disimpulkan jika Indonesia baru akan secara menyeluruh merasakan musim hujan pada pertengahan 2019.

Walau perkiraan puncak musim penghujan baru akan terjadi pada Januari dan Februari depan, beberapa wilayah di Indonesia telah diguyur hujan ringan hingga lebat. Yang menjadi permasalahan ialah banjir dan tanah longsor yang kerap datang di musim penghujan, padahal baru saja memasuki awal musim. Seperti yang telah terjadi di beberapa wilayah di tanah air. Banjir bandang di Sumatera Utara, Barat, Riau, Jambi, Jawa Tengah hingga yang terbaru di Tasikmalaya, Jawa Barat. Semua menjadi catatan bencana banjir dan longsor di awal musim penghujan 2018/2019.

 

Di Mandailing Natal, Sumatera Utara, banjir bandang melanda pada 14 Oktober 2018 lalu. Dilaporkan 17 orang meninggal dunia akibat air yang meluap dan merendam dua kecamatan sekaligus. Sungai Aek Batang Gadis yang menjadi sungai terpanjang di kabupaten tersebut menjadi sumber air yang menelan korban sebagian besar merupakan anak-anak sekolah dasar itu.

Menurut ramalan BMKG, wilayah Mandailing Natal mengalami awal musim penghujan pada pertengahan Agustus atau awal September. Curah hujan yang akan turun pun diperkirakan akan normal. Intensitas hujan yang sama juga akan dirasakan wilayah Tapanuli Selatan.

Di Sumatera, banjir bandang tak hanya melanda Sumatera Utara, namun juga Sumatera Barat. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Lima Puluh Kota mengakibatkan banjir setinggi 2 meter dan merendam pemukiman warga serta merusak fasilitas umum.

 

Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) terjun ke wilayah terdampak dan mendirikan posko kemanusiaan serta dapur umum guna membantu pengungsi di sana. “Sampai saat ini intensitas hujan masih tinggi. Jadi baik kegiatan di posko dan Dapur Umum terus berjalan sampai kondisi membaik," terang Aan Saputra dari Tim Program ACT Sumbar, Selasa (6/11).

Masuknya musim penghujan diiringi bencana juga dirasakan masyarakat Riau, tepatnya wilayah Rokan Hilir. Curah hujan yang tinggi membuat sungai di daerah tersebut meluap sehingga memaksa ribuan orang di Kecamatan Pekaitan harus mengungsi. Sedangkan sisi lain Riau, tepatnya Kampar, jalan utama yang menghubungkan dengan Sumatera Barat terputus akibat longsor yang menutup badan jalan, Selasa (23/10) lalu.

Di Jambi, hujan lebat yang mengguyur sejak sore hingga malam hari mengakibatkan banjir di Kecamatan Jambi Selatan, Jambi Timur, Jelutung, Kotabaru, Alam Barajo, Telanaipura, Pasar, Danau Teluk, dan Pelayangan. Air banjir tersebut bersumber dari Sungai Batanghari yang meluap sampai ke pemukiman warga setinggi 50-70 sentimeter.

Selain Sumatera, Pulau Jawa tak ketinggalan diterjang luapan air sungai. Di Cilacap, banjir dan tanah longsor terjadi di sekitar Bandar Udara Tunggul Wulung. Banjir yang terjadi menghambat aktivitas warga sekitar, sedangkan longsor terjadi di sekitar landasan pacu bandara yang mengganggu operasional penerbangan. 

Sedangkan di Jawa Barat, banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Dari laporan tim ACT yang telah berada di lokasi sejak hari pertama, terdapat beberapa desa yang terisolir akibat tanah longsor yang menutupi jalan. Sampai saat ini, tim masih membantu mwmbersihkan jalan dan mendistribusikan bantuan, khususnya di Kecamatan Culamega dan Cipatujah yang mengalami dampak terparah.

 

Dari beberapa bencana yang terjadi di awal musim penghujan ini, masyarakat perlu mewaspadai cuaca ekstrim yang mungkin saja dapat terjadi di beberapa wilayah. BMKG mengimbau masyarakat yang wilayahnya diprediksi hujan di atas normal seperti Aceh Tengah, Mojokerto bagian selatan, Palangka Raya, Kendari, dan Halmahera bagian utara untuk mewaspadai kemungkinan bencana yang ditimbulkan. []

 

TAGS