DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Panen pun Dimulai, Ribuan Petani Dilibatkan untuk Kapal Kemanusiaan Palestina

Let's Save Palestine
Panen pun Dimulai, Ribuan Petani Dilibatkan untuk Kapal Kemanusiaan Palestina

ACTNews, BLORA - Kesibukan petani di lumbung-lumbung pangan seantero Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai bergemuruh. Pasalnya, pertengahan Januari ini beberapa daerah sudah memulai masa panennya. Ratusan ribu hektare sawah satu per satu mulai menguning, panen tiba saat air tadah hujan mulai melimpah.

Setiap tahunnya, panen raya pertama di Januari sampai Februari memang dianggap menjadi panen yang spesial. Sebab masa panen sudah sangat ditunggu sejak akhir tahun lalu. Stok terakhir padi yang dipanen sudah sejak Oktober 2017 mulai menipis, imbasnya harga beras di pasaran pun mulai merangkak naik.

“Harga beras memang cenderung meninggi karena Desember kemarin belum ada panen. Tapi kini benih padi yang sudah ditanam di antara periode November sampai dengan Desember tahun 2017 mulai bisa dipanen,” ujar Ngadi, Kepala Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Kamis (11/1).

Desa Jipang menjadi satu dari puluhan rencana percontohan Desa Wakaf yang dikelola oleh Global Wakaf, Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dari Desa Jipang inilah nantinya, ribuan ton gabah yang dibeli dari petani dari berbagai daerah bakal diolah menjadi beras.

Dari Jipang, sebuah project Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) - yang menjadi bagian dari Desa Wakaf - dinyatakan siap mengolah ribuan ton gabah. Gabah diolah jadi beras-beras dengan kualitas bulir terbaik.

Huller dari LPM di Jipang siap menampung gabah dari petani yang dibeli dengan harga terbaik di berbagai Kabupaten Jateng dan Jatim. Beberapa mitra huller pun sudah menyatakan kesiapannya menyiapkan beras terbaik untuk panen raya Januari ini,” ujar Ariyanto, salah satu pengurus LPM Desa Wakaf di Kecamatan Cepu, Jawa Tengah.

Ribuan petani dilibatkan, 10.000 ton siap kirim ke Palestina

Tak hanya sekadar perayaan panen pada umumnya, panen raya Januari 2018 pun menjadi lebih spesial. Pasalnya, panen di awal tahun ini berbarengan dengan sebuah cita dan doa untuk berbuat sesuatu membantu Palestina. Jika panen raya berjalan sukses, Indonesia bakal kirimkan sejumlah 10.000 ton beras untuk Palestina.

Ya, bisa dibilang “harta” terbaik negeri ini adalah kesuburan tanahnya membentang hijau, maka panen beras pun bakal disiapkan untuk melayarkannya sampai ke Palestina. Presiden ACT Ahyudin menuturkan, panen di Januari adalah momen terbaik bangsa ini melakukan aksi nyata bagi bangsa Palestina.

“Ini tentang perjalanan kemanusiaan. Kita tunjukkan kalau bangsa ini bangsa besar. Bukan sekadar doa yang kita kirimkan ke langit. Tapi bangsa ini perlu hal konkret yang dikirimkan sampai Palestina. Insya Allah, tanggal 21 Februari 2018, Kapal Kemanusiaan akan berlayar kembali,” tutur Presiden ACT Ahyudin dalam konferensi pers Kapal Kemanusiaan Palestina di Jakarta, Rabu (10/1).

Untuk menyiapkan amanah pengadaan beras, Ariyanto memperkirakan ribuan petani, bahkan lebih dari 10 ribu petani akan dilibatkan untuk ikhtiar besar ini.  

“Insya Allah, sudah ada kesiapan yang matang di kabupaten-kabupaten lumbung pangan sekitar Jawa Tengah dan Jawa timur. Ribuan ton beras untuk Palestina bakal dipasok dari Kabupaten Blora, Bojonegoro, Ngawi, Grobogan, Rembang, dan Tuban. Paling tidak masing-masing desa akan menyiapkan 700-1000 ton beras dari ribuan petani untuk Palestina, tergantung dari luasan lahan pertanian yang dimiliki,” jelas Ariyanto.

Sementara itu, dalam konferensi pers Kapal Kemanusiaan Palestina, Rabu (10/1) kemarin, Insan Nurrohman, Vice President ACT menguraikan lebih jauh bahwa, proses pengadaan beras sedang dikebut di 25 desa yang berbeda.

“Sedikitnya 25 desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah berikhtiar terbaik menyiapkan beras untuk Kapal Kemanusiaan Palestina. Kami menghitung sudah ada 10.612 petani yang dilibatkan dengan luasan lahan pertanian mencapai tak kurang 3.389 hektare,” pungkas Insan. []

789