DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Pendampingan Medis demi Kesembuhan Sopiani

ACT Tasikmalaya
Pendampingan Medis demi Kesembuhan Sopiani

ACTNews, TASIKMALAYA - Sejak usia dini, tepatnya umur 2 tahun, Sopiani mengalami demam tinggi. Suhu tubuhya meningkat. Sakit itu ternyata merupakan gejala awal dari derita yang dialami perempuan yang saat ini menginjak usia 27 tahun ini.

Tak lama setelah demam tinggi itu, Sopiani berangsur pulih. Kesehatannya makin membaik. Walau begitu, penyakit Sopiani kerap kambuh seiring bertambahnya usia. Iyam, ibunda Sopiani, bercerita, saat Sopiani duduk di kelas 5 sekolah dasar, ia mengalami panas tinggi lagi. Ketika belum sepenuhnya pulih, Sopiani menyantap hidangan pedas. Setelah itu lah awal sakit yang diderita Sopiani mulai terlihat.

Awalnya telinga kanan Sopiani terasa sakit setelah makan pedas. Ibunya berinisiatif membawanya ke dokter telinga, hidung, dan tenggorokan. Akan tetapi, penanganan dari dokter dianggap keliru dan memperburuk kondisi telinga Sopiani. “Dokter mengorek telinga Sopiani, setelah itu rasa sakit semakin terasa dan malah mengeluarkan lendir dan nanah,” ungkap Iyam saat tim Mobile Social Rescue-Aksi Cepat Tanggap (MSR - ACT) Tasikmalaya, Ahad (2/12).

Selama belasan tahun, berbagai pengobatan ditempuh Sopiani untuk menyembuhkan sakitnya. Mulai dari pengobatan medis sampai alternatif (herbal). “Karena memiliki pengalaman tidak enak di dokter THT itu jadinya beralih ke pengobatan alternatif menggunakan herbal,” tambah Iyam.

Ahad (2/12), tim MSR - ACT melakukan pendampingan medis kepada Sopiana. Langkah pertama yang diambil ialah membawa perempuan yang bertempat tinggal di Sambongpari Kulon RT02/04, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya ini ke rumah sakit Tasik Medika Citratama. Sebelumnya, ia pernah dirawat di rumah sakit. Namun, karena keterbatasan biaya, akhirnya perawatan medis tak lagi didapatkan.

“Ayahnya hanya penjual gorengan, sedangkan Sopiana sendiri tidak  bekerja. Ibunya pun hanya ibu rumah tangga,” ungkap Asep Rosidin dari Tim MSR - ACT Tasikmalaya Asep Rosidin, Senin (3/12).

Selasa (4/12), tim mendampingi Sopiana menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung untuk mendiagnosis penyakitnya dan untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih baik. Asep menambahkan, pendampingan akan terus dilakukan terhadap Sopiana. Selain itu penggalangan dana dan bantuan logistik juga akan diberikan.

Direncanakan tiga bulan ke depan Sopiani akan melakukan operasi di Bandung. Namun sebelumnya, persiapan dilakukan guna mempersiapkan fisik dan mental dari perempuan yang hanya sekolah sampai tingkat pertama ini. “Dokter akan melakukan operasi, tapi sebelum itu akan dilakukan persiapan paling tidak tiga bulan,” tambah Asep. []