DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Pesan Kepedulian dari Mural Humanity Food Truck 2.0

Global Zakat
1

ACTNews, MAGELANG – Pengerjaan Humanity Food Truck kedua dari Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) hampir rampung. Di belakang kepala truk berjenis Hino tipe 500 itu, tersambung boks besar yang berisikan peralatan dapur lengkap. Sedangkan sisi kiri bagian luar dinding kotak besar untuk dapur itu dihiasi mural.

Sejak Sabtu (9/3) lalu, Global Zakat-ACT beserta 3 orang tim mural dari Bandung mulai mengerjakan proses mural. Mereka bertugas untuk membuat gambar dengan media komposit di sisi kiri dinding truk. Dengan telaten serta teliti, goresan pensil untuk sketsa dibuat pada Sabtu malam lalu.

Pada mural di Humanity Food Truck 2.0 ini, gambar berlatar belakang sebuah lokasi pengungsian. Muhammad Yuliman dari tim Creative Strategic Communication -A CT menjelaskan, mural tersebut menunjukkan pesan kepada masyarakat umum bahwasanya perjalanan Humanity Food Truck yang pertama telah mencapai berbagai tempat, termasuk lokasi bencana. “Pun dengan Humanity Food Truck 2.0 ini, kehadirannya akan meringankan beban di lokasi terdampak bencana,” jalas Yuliman, Kamis (14/3).

Mural Humanity Food Truck 2.0 tersebut melukiskan suasana di lokasi pengungsian, lengkap dengan tendanya. Keriangan tergambar saat relawan ACT membagikan makanan siap santap hasil masakan koki Humanity Food Truck.

Untuk teknik mural di Humanity Food Truck 2.0 ini, tak ada perbedaan dengan teknik mural di armada Humanity Food Truck pertama, yang sudah berjalan lebih kurang tiga tahun. Penggambaran mural menggunakan teknik lukis tangan serta kuas dan cat duco khusus mobil.

Charda Febiyana selaku Koordinator Mural mengungkapkan, pekerjaan mural merupakan pekerjaan yang teliti. Tiap coretan pada dinding komposit tidak boleh ada yang salah. Perpaduan warna yang apik akan memudahkan masyarakat mengerti pesan yang ingin disampaikan. “Mural ini juga ingin meyakinkan kepada masyarakat bahwa tiap aksi Humanity Food Truck sangat teliti,” ungkapnya.

Charda menambahkan, teknik lukis menggunakan kuas sengaja dipilih untuk mural Humanity Food Truck 2.0. Garis-garis goresan kuas akan tetap terlihat jelas. “Garis dari goresan kuas itu bukan kekurangan, tapi malah penguat bahwa pengerjaan Humanity Food Truck tak hanya menyajikan kecanggihan teknologi dapur, tapi juga keindahan dalam lukisan mural dengan pembuatan yang sangat detail,” tambah Charda.

Sampai Jumat (15/3) pengerjaan mural Humanity Food Truck 2.0  masuk tahap penyelesaian di Karoseri New Armada yang ada di Magelang, Jawa Tengah. Lukisan pada dinding boks truk itu akan diberikan pelapis agar dapat tahan lama. Humanity Food Truck 2.0 rencananya mulai menjalankan aksi perdananya pada 22 Maret mendatang. []