DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

PetroChina Ikut Bangun Hunian Nyaman Terpadu untuk Sigi

Sinergi Korporat
PetroChina Ikut Bangun Hunian Nyaman Terpadu untuk Sigi

ACTNews, JAKARTA - Lebih dari sebulan pascabencana, Aksi Cepat Tanggap telah mendampingi korban terdampak gempa maupun tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala. Sejak awal, ACT hadir bersama dengan berbagai macam bentuk program, salah satunya membangun kompleks Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS)

Rupanya tidak hanya masyarakat perseorangan saja yang tertarik dengan program itu, beberapa korporat baik nasional maupun internasional ingin turut andil di dalamnya. Seperti salah satu perusahaan tambang PetroChina yang juga mendukung pembangunan ICS sejumlah 30 pintu shelter, beserta 8 pintu MCK dan 1 bangunan masjid di Desa Sibalaya Utara Kabupaten Sigi. 

Maryke P.Y. Pulunggono selaku Vice President Human Resources and Service PetroChina mengungkapkan, sinergi untuk membangun ICS berawal dari ajakan  SKK Migas, perusahaan yang sebelumnya sempat berkolaborasi dengan ACT dalam fase tanggap darurat di Palu, Sigi, dan Donggala. 

“Sebuah kehormatan bisa bersinergi dengan ACT. Kami tahu ACT berawal dari salah satu produk publikasinya. Jujur, sejak itu membuka mata kita, jadi terbuka. Semoga ini menjadi tahap awal yang baik agar bisa terus bersinergi. Semoga juga tidak hanya ketika bencana, siapa tahu ACT punya program lain dan kami bisa juga ikut hadir di dalamnya,” tutur Maryke. 

Vice President ACT Rini Maryani menjelaskan, program ICS sendiri terinspirasi dari tsunami Aceh, di mana perihal mitigasi dan pemulihan pascabencana lebih dimengerti oleh pihak korporat dibanding perseorangan. Sehingga, ACT banyak bekerja sama tidak untuk tanggap darurat saja, tetapi juga mitigasi dan pemulihan. 

“Jadi menurut saya, upaya PetroChina dan SKK Migas merupakan sistem kebaikan, di mana kita saling mengajak semua yang ingin bekerja sama untuk membantu korban bencana Sulawesi Tengah, korban yang memang saudara sebangsa kita,” jelas Rini. 

Syafw’i Syafri selaku Kepala Departemen Hubungan Kelembagaan SKK Migas yang mengajak PetroChina untuk bekerja sama dengan ACT mengatakan, perusahaannya selalu terbuka apabila ada banyak pihak yang ingin membantu sesama. Sebab menurutnya, tugas korporat juga harus berikan dukungan terbaik untuk masalah kemanusiaan. 

“Terima kasih dari kami kepada ACT dan PetroChina, semoga apa yang kita semua kerjakaan bermanfaat bagi para korban,” pungkasnya.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara ACT dan PetroChina. Perusahaan bernama lengkap PT Petrochina International Jabung itu berasal dari Republik Rakyat Tiongkok yang bergerak di sektor energi, utamanya industri pertambangan minyak dan gas. []