DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Program Comdev ACT, Bangkitkan Usaha Batu Bata Merah Korban Gempa

batu bata merah

ACTNews, PIDIE JAYA  Perhatian ACT untuk warga Pidie Jaya korban gempa tektonik berkekuatan 6,5 skala Richter yang terjadi pada Rabu (7/12/2016) yang lalu, hingga saat ini masih terus berlangsung.

Berbagai program kemanusiaan ACT bersama mitra-mitranya pun dijalankan, mulai dari fase emergensi, relief, hingga recovery.

Di fase recovery, ACT telah membangun kembali (rekontruksi) 13 meunasah, satu sekolah SD dan tengah menggelar sejumlah program community development (comdev), program berbentuk pemberdayaan usaha masyarakat korban gempa.

Kautsar, Koordinator Tim Comdev-ACT mengungkapkan, Tim Recovery - ACT berbagi tugas selain mengerjakan proses rekonstruksi meunasah dan sekolah, Tim juga tengah menggelar program pemberdayaan dan pendampingan yang bersifat sustainable (berkelanjutan) terhadap masyarakat yang terdampak gempa di Pidie Jaya.

Salah satu program pemberdayaan Comdev-ACT di Pidie Jaya, yaitu membantu usaha produksi batu bata merah di Gampong  (Desa) Kuta Pangwa, Kecamatan Pringgadieng.

Menurut hasil asesmen beberapa bulan yang lalu dari Tim Comdev-ACT, Gampong Kuta Pangwa merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak gempa, terletak di antara pegunungan dan lautan, mata pencaharian masyarakatnya 50 persen adalah memproduksi batu bata merah.

“Kami berinisiatif untuk menjadikan desa ini sebagai prioritas program comdev, karena sel tempat produksi batu bata merah (rumah produksi batu bata merah-red) di desa tersebut banyak yang hancur dan roboh. Sehingga kegiatan produksi batu bata merah harus terhenti, yang secara otomatis mata pencaharian warga desa pun terhenti pula,” jelas Kautsar.

Tim Comdev-ACT membantu  usaha masyarakat Gampong Kuta Pangwa  dengan memberikan suntikan dana, memberikan  penyuluhan serta pendampingan kepada pengusaha batu bata merah selama beberapa bulan ini, sampai proses penjualannya.

“Ada sejumlah program pemberdayaan usaha masyarakat untuk korban gempa di Pidie Jaya diantaranya: pemberdayaan dan pendampingan usaha roti kering dan kue ade (kue khas Pidie Jaya-red). Pemberdayaan dan pendampingan usaha kedai kopi. Pemberdayaan dan pendampingan penanaman buah naga di Desa Seunong, Kecamatan Meredue. Budidaya ikan lele dan membangun serta membina rumah produksi garam di Desa Lancang kecamatan Bandar Baru,” terang Kautsar.

Saat ini rumah produksi batu bata merah yang dibantu ACT tersebut telah memasuki tahap pemasaran. Amri puteh,  pemilik rumah produksi batu bata merah yang dibantu Tim Comdev-ACT sangat bersyukur, kini Ia bersama pegawainya bisa kembali menjalankan usahanya, sehingga ekonomi keluarganya bisa bangkit kembali.     

Alhamdulillah, kami bahagia dan sangat berterimakasih kepada pihak ACT, yang dengan sangat cepat merespon, membantu usaha kami. Sehingga kami bisa menjalankan usaha lagi, harapan kami sebelum lebaran ini bisa memasarkannya,” pungkasnya penuh harap.[]

 

 

TAGS