DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Relawan MRI Pelajari Navigasi Darat dan Manajemen Perjalanan

Masyarakat Relawan Indonesia
Relawan MRI Pelajari Navigasi Darat dan Manajemen Perjalanan

ACTNews, YOGYAKARTA – Pendidikan Dasar (Diksar) Akademi Relawan Indonesia masih berlangsung, Jumat (26/10). Tidak hanya melatih kekuatan mental dan fisik, relawan juga mendapatkan ilmu untuk mengembangkan konsep. Kali ini relawan belajar tentang navigasi darat dan manajemen perjalanan untuk mempersiapkan penanganan bencana, sekaligus pencarian orang hilang. 

Associate Trainer Dedy Muhardi mengatakan pembinaaan materi navigasi darat menggunakan beberapa media pendukung seperti peta, kompas, dan protaktor. Tujuannya untuk mengenali dan menggali orientasi medan dan ilmu penafsiran. Relawan pun dapat lebih mudah mengenali setiap tempat tujuan mereka. 

“Pengenalan membaca ketiga media menjadi elemen penting bagi relawan untuk melakukan navigasi darat. Pada peta sendiri, relawan jadi bisa mengetahui bagaimana melihat dan menafsirkan titik koordinat, kontur, sampai tanda medan. Apalagi Indonesia terkenal memiliki geografis yang kompleks,” kata Dedy. 

Pengetahuan navigasi darat harus disempurnakan oleh manajemen perjalanan, di mana seorang relawan bisa mempersiapkan segala keperluan sejak awal secara matang. Sebab ilmu navigasi darat dan manajemen perjalanan nantinya berperan sebagai penopang ketika relawan bertugas dalam penanganan bencana, sekaligus pencarian korban hilang (SAR). 

“Bahkan kalau bisa, relawan punya perlengkapan dalam satu tas yang stand by. Sehingga apabila ada tugas darurat, tidak perlu lagi mencari untuk melengkapi. Saya yakin para relawan juga punya latar belakang suka pergi ke alam bebas. Mereka juga harus merencanakan jenis pekerjaan apa yang akan mereka lakukan di tempat tujuan,” paparnya. 

Tak hanya sampai di sana, relawan juga harus mengerti tentang data suatu tempat yang akan dituju. Misal, kata Dedy, relawan ingin melakukan pencarian orang hilang di gunung, mereka harus mengerti informasi lengkap tentang gunung tersebut seperti karakter dan kondisi gunungnya. 

“Bahkan kalau minim informasi, relawan perlu mencari tahu pada siapa pun. Saya pernah sampai menghubungi banyak rekan untuk menanyakan informasinya. Sebegitunya saya mengumpulkan data, sebab akan berpengaruh pada persiapan untuk manajemen perjalanannya,” jales Dedy. 

Upaya mengenali ilmu navigasi darat dan manajemen perjalanan dilakukan agar semua terorganisir dengan baik. “Relawan harus memiliki kemampuan menganalisa dan mengembangkan cara berpikir. Sehingga relawan siap ketika mendapat tugas yang sifatnya darurat,” tambahnya.

Sehingga Dedy berharap, ACT dan MRI dapat menurunkan relawan yang memiliki keahlian khusus. Pembinaan pun tak hanya berhenti pada Diksar saja, tetapi akan dilanjutkan ke Pendidikan Menengah (Dikmen) dan Pendidikan Khusus (Diksus). “Kalau bicara cuma sekadar kerelawanan, saya yakin semua bisa. Namun, relawan yang memiliki keahlian akan jauh lebih bagus. Bisa menjadi bukti keseriusan mereka juga sebagai seorang relawan,” pungkasnya.  []