DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Rohingya Rayakan Idulfitri dengan Ratusan Paket Lebaran

Let's Help Rohingya
Rohingya Rayakan Idulfitri dengan Ratusan Paket Lebaran

ACTNews, COX’S BAZAR - Meski Idulfitri telah berlalu, nuansanya masih sangat terasa. Kamis (21/6) siang itu menjadi kegembiraan tersendiri bagi pengungsi Rohingya di Kutupalong, Cox’s Bazar, Bangladesh. Di depan salah satu tenda pengungsian, sebanyak 100 paket lebaran dari masyarakat Indonesia dibagikan.

Mereka yang berstatus sebagai pengungsi di negara tetangga itu masih saja tidak dapat bekerja. Alhasil, tak ada uang yang bisa mereka hasilkan. Terutama bagi mereka, para pengungsi baru yang merayakan Idulfitri di kamp pengungsian. Jika sebelumnya mereka bisa menyediakan makanan-makanan lezat dan membeli baju lebaran untuk keluarga mereka, tahun ini mereka tidak bisa membeli apapun.

Ratusan paket lebaran tersebut mampu mengobati kesedihan mereka yang tidak bisa merayakan Hari Raya Idulfitri seperti biasanya. Selain baju dan sarung sebagai pakaian lebaran, paket itu juga berisi makanan berupa vermiseli, gula dan susu, ditambah dengan perlengkapan mandi dan payung.

“Kita menambahkan payung dalam paket yang diberikan mengingat saat ini sedang musim hujan di Bangladesh,” kata Sucita Ramadinda dari Global Humanity Response (GHR) - ACT.

Beberapa hari sebelum pembagian paket lebaran di Cox’s Bazar, hal yang sama juga terjadi di Myanmar, tapatnya di Desa Duwa Morong, Kota Sittwe. Sebanyak 260 paket berisikan bahan-bahan pangan seperti beras, mi, susu, minyak goreng, tepung gandum, dan kacang-kacangan dibagikan pada Ahad (17/6), sehari setelah Idulfitri, Sabtu (16/6).

“Assalamualaikum masyarakat Indonesia, kami telah menerima paket lebarannya. Kami semua senang, terima kasih banyak. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah swt, dan kami berharap kalian akan terus membantu kami,” tutur Hassan, salah satu warga Rohingya.

Layanan kesehatan Klinik ACT di Bangladesh

Kondisi kamp pengungsian saat ini masih jauh dari standar kebersihan untuk sebuah lingkungan tempat tinggal. Ditambah kini Bangladesh sudah mulai memasuki musim penghujan. Hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor di daerah kamp pengungsian, menjadi suatu kondisi yang harus dihadapi oleh para pengungsi. Kondisi itu juga yang menyebabkan para pengungsi terutama lansia dan anak-anak semakin rentan terkena berbagai macam penyakit.

Oleh karena itu, Klinik ACT hadir dengan memberikan pelayanan kesehatan dan obat-obatan gratis untuk para pengungsi. Masih ingat tentang Klinik ACT? Klinik yang telah disediakan sejak awal mula pengungsi berdatangan ke wilayah perbatasan Bangladesh dan Myanmar. Klinik yang menangani pelayanan kesehatan secara gratis bagi para pengungsi Rohingya yang ada di sana. Klinik yang hingga saat ini terus memaksimalkan program Medical Aid ACT.

Pascalebaran, Selasa (19/6), klinik ACT di Taing Khali, Cox’s Bazar, Bangladesh mulai beroperasi kembali. Di hari keempat Idul Fitri itu, ratusan warga Rohingya pun mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Sucita mengatakan, pos kesehatan juga dibuka di area-area di tengah kamp pengungsian. Post kesehatan tersebut akan beroperasi satu atau dua kali dalam seminggu.

“Itu agar bisa lebih menjangkau para pengungsi yang membutuhkan pelayanan kesehatan, namun terkendala jarak kamp yang tidak begitu dekat dengan klinik ACT,” pungkas Sucita. []

284

TAGS