DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Saatnya Menjadi Penyelamat!

Disaster Management Insitute of Indonesia
Saatnya Menjadi Penyelamat!

ACTNews, JAKARTA – Melewati pertengahan Juli 2018, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) – Aksi Cepat Tanggap, kembali mengadakan pelatihan kebencanaan. Kali ini, pelatihan mengambil judul #aifesaver class. Pelatihan ini mengambil highlight “Saatnya Menjadi Penyelamat Bukan Menjadi Penonton”. Bukan hanya untuk kalangan khusus, namun tema pelatihan pun bisa diambil seluruh kalangan, baik yang mempunyai latar belakang medis maupun non medis.

Pelatihan #alifesaver bulan ini sudah diadakan sebanyak dua kali di hari yang sama, yakni pada Sabtu (7/7) dan (21/7). Mengambil tempat di Warunk Up Normal Fatmawati, pelatihan #alifesaver disampaikan oleh narasumber yang sudah malang-melintang di bidangnya yaitu Ujang Dede Lasmana, atau akrab disapa Kang Ujang.

Materi yang disampaikan pada pelatihan kali ini cukup mendasar, namun lengkap. Seperti dasar-dasar pertolongan pertama, cedera tulang dan sendi, penanganan untuk penyakit-penyakit darurat seperti epilepsi, asma, stroke, dan hipotermia.

Mulai tepat pukul 13.00 WIB, pelatihan dibuka dengan ice breaking dan pengenalan DMII serta ACT kepada para peserta. Dasar-dasar pada pertolongan pertama merupakan materi pertama yang disampaikan.

Sebelum dicontohkan, Kang Ujang menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan, seperti misalnya memastikan keamanan diri dan selalu gunakan APD (Alat Pelindung Diri), memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kondisi penderita, selalu menjaga privasi penderita, dan terakhir tunggu bantuan profesional atau rujuk ke instalasi kesehatan.

Kang Ujang mengatakan, kompetensi ataupun keterampilan penolong adalah hal yang tak bisa disepelekan. “Seperti penanganan untuk korban yang mengalami pendarahan serta penanganan luka yang tepat dan benar, karena penderita yang ditolong merupakan tanggung jawab penolong,” ujarnya.

Materi kedua yang disampaikan berupa cara penanganan untuk penderita cedera tulang dan sendi. Di tengah penyampaian materi, ada pertanyaan yang cukup menarik, yakni bagaimana jika diri kita sendiri yang mengalami keadaan darurat? Sementara di sekitar tidak ada yang bisa memberikan pertolongan?

Kang Ujang memberikan beberapa tips, di antara selalu menyiapkan perlengkapan pertolongan pertama, dan meletakkannya pada posisi yang mudah dijangkau. “Selain itu, sebaiknya pun sudah menyiapkan panggilan cepat ke beberapa nomor emergency di handphone kita,” jelas Kang Ujang.

Sebagai materi penutup, Kang Ujang menyampaikan materi tentang beberapa penyakit darurat seperti epilepsi, asma, stroke, dan hipotermia. “Penyakit-penyakit ini mungkin sering kita temui tetapi masih belum tahu tindakan apa yang harus kita berikan kepada penderitanya,” ungkapnya.

Terdapat beberapa poin penting dalam menangani penyakit-penyakit tersebut. “Epilepsi (kejang) jangan pernah memasukkan apapun ke mulut penderita karena itu bisa melukai gigi atau rahangnya, dan perlu diketahui bahwa seseorang yang mengalami kejang tidak akan bisa menelan lidahnya,” jelasnya.

Wahyu Novyan, Direktur DMII – ACT mengharapkan, seluruh peserta dapat mentransfer ilmu yang didapat kepada keluarga ataupun kerabat lainnya. “Apabila semakin banyak orang yang paham maka semakin banyak pula korban yang selamat,”

Menolong korban kecelakaan bukan hanya tugas para medis, melainkan sudah menjadi tugas kita bersama karena #everyoneisalifesaver. []