DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Saling Bela Bangsa Beriman

Kolom
Saling Bela Bangsa Beriman

Ahyudin

Presiden ACT

Kezaliman yang dialami etnis Uighur tak turtutupi lagi. Dunia menghujat kemunduran "derajat kemanusiaan" Uighur.  Kita perlu lugas menyebut kemelut kemanusiaan yang menimpa etnis Uighur layak disuarakan. Masyarakat kemanusiaan internasional sedang menakar kemanusiaan bangsa-bangsa di dunia. Suara tentang hak azasi manusia ramai di tengah masyarakat. Bukan tiba-tiba  kalau banyak orang tersadar, kezaliman di Cina ini harus dipersoalkan. Kejahatan ini tak layak membiarkan mata dunia membutakan diri.

Dunia mulai tergerak mengevaluasi neraca kemanusiaan Cina. Banyak bangsa mengungkapkan rasa kemanusiaannya. Bersama bangsa-bangsa beradab, banyak yang bergerak menuntut pemerintah Cina mengakhiri penindasan terhadap etnis Uighur dan membebaskan semua etnis Uighur yang dipenjara secara semena-mena.  

Dari berbagai alasan gugatan itu, yang utama, konstitusi Indonesia mengedepan perdamaian, anti penjajahan, dan pemerintah Indonesia tak layak membiarkan hubungan dengan Cina diwarnai politik berdarah lantaran negeri ini bercitra berdarah dan pelaku kekejaman massal di negerinya.

Sebagai lembaga kemanusiaan, ACT bersama rakyat Indonesia mengimbau bangsa Indonesia tetap menyuarakan keadilan dan pembelaan etnis Uighur di Cina dan di berbagai negara tempat mereka mencari keselamatan.

Saat Selat Sunda bergolak, tsunami memorak-porandakan pantainya dan banyak jiwa menjadi korbannya, diaspora etnik Uighur bersimpati menolong. Dalam suaka, komunitas yang menyebut diri Majelis Nasional Turkistan Timur, mendonasikan bantuan untuk Indonesia, khususnya korban  tsunami Selat Sunda.

Sudah tentu simpati ini menguatkan rasa persaudaraan. Apa yang mereka ekspresikan, menggugah tekad pembelaan kami bersama masyarakat kemanusiaan Indonesia.

Untuk diaspora Uighur di pengungsian di luar Cina, ACT berikhtiar membantu kondisi yang masih jauh dari mencukupi untuk anak-anak Uighur ini.  

Dalam menyuarakan pembelaan, dan meraih dukungan internasional, etnis Uighur yang pernah merasakan penjara Cina, berbagi kisah untuk kita. Mereka menjadi saksi hidup bagaimana China mengekspresikan kekejaman di masa kini.

Di sini, negeri cinta damai dan pembela bangsa-bangsa tertindas, ACT akan meresonansi seluas mungkin upaya membebaskan etnis Uighur. Ini bukan basa-basi, tapi niat yang dipantau langit dan insya Allah mengundang energi rahmat Allah yang dahsyat. Hari-hari indah saatnya rahmat Allah tercurah, akan menghalau angkara dari Turkistan Timur, dan aura kemerdekaan bagi bangsa-bangsa Muslim manapun. Allahu Akbar. []