DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Sekali Lagi, Mengetuk Pintu Gaza di Hari Lebaran Kurban

Global Qurban
Sekali Lagi, Mengetuk Pintu Gaza di Hari Lebaran Kurban

ACTNews, GAZA - Bertemu Agustus, bersua Dzulhijah 1439 H, bagi miliaran Muslim di dunia berarti menyambut datangnya lebaran yang paling ditunggu. Lebaran yang penuh dengan kebaikan berbagi. Berbagi kurban, berbagi gurih dan sedapnya gizi sepotong daging kurban. Tapi di Gaza, Agustus pun berarti mengingat memori paling buruk, memori tentang serangan berhari-hari, yang menyisakan ingatan kelam, empat tahun silam.

Cerita dari Gaza, memang tak pernah berubah. Ada hal tentang perjuangan, tentang semangat untuk bertahan hidup di tengah blokade total, juga tentang perlawanan untuk menuntut kemerdekaan. Seperti yang terjadi di tahun 2018 ini, Gaza melewati Lebaran Kurban dalam salah satu bayang-bayang trauma mendalam di Bulan Agustus tahun 2014.

Masih teringat betul, kala itu 8 Juli sampai dengan 26 Agustus 2014, Gaza porak-poranda diserbu rudal dan artileri berat lain yang dikirimkan Israel. Rudal menyasar ke rumah, sekolah, pasar atau tempat-tempat keramaian. Publik internasional mencatat, jumlah warga Gaza yang wafat akibat serangan fatal berhari-hari itu mencapai lebih dari 2.300 orang.

Usai konflik itu berakhir, juga tak ada perubahan untuk Gaza. Blokade masih terjadi, justru makin diperketat. Tak ada lagi terowongan bawah tanah yang biasa digunakan warga Gaza untuk memasok bahan pangan dari luar Gaza. Empat tahun setelah perang Israel-Gaza tahun 2014 itu, Lebaran Kurban berlalu di Gaza masih dalam trauma yang sama.

Dari Gaza Utara sampai Selatan bawa kurban Indonesia

Tak ada alasan untuk tidak kembali ke Gaza kala Lebaran Kurban datang. Alasan itulah yang sekali lagi menjadikan Gaza menjadi pilihan utama Global Qurban untuk mengirimkan amanah kurban dari Indonesia. Apalagi, momen Iduladha tahun 2018 ini jatuh di Agustus, tepat kala trauma Gaza kembali ke perang empat tahun silam.

Tak tanggung-tanggung, tahun ini ada belasan titik distribusi hewan kurban disambangi Global Qurban untuk Gaza. Mulai dari Gaza Utara sampai Selatan semua mendapat porsi yang sama, sekantong daging amanah kurban dari masyarakat Indonesia.

Belasan wilayah itu meliputi Khan Younis, North Gaza, Gaza City, Middle Area, Rafah, Jabalia Camp, Jabalia City, Beit Lahia, Beit Hanoun, Albadawiya Village, Zawaida, nusaira, Maghazi, Deir Al-Balah, Buraij, dan Rafah.

Mohammed Al-Shaer, ayah dengan sembilan orang anak asal Khan Younis bertemu dengan tim Relawan Global Qurban. Ia bercerita bahwa, seorang anak perempuannya mengalami sakit half-paralyzed (kondisi di mana setengah tubuh tidak berfungsi), salah satu pemicunya adalah trauma.

“Setiap hari, kondisi ekonomi kami sudah sulit untuk mencari biaya pengobatan. Tahun ini, Iduladha datang dalam kondisi yang makin sulit. Saya sudah malu, setiap tahun tidak bisa membelikan daging untuk anak-anak saya di hari lebaran ini. Rasa tidak mampu berbuat apa-apa itu tentu sangat sakit, apalagi bagi seorang ayah yang hanya ingin anaknya bahagia,” kisah Al-Shaer.

Sampai di hari Lebaran Kurban itu, Al-Shaer termasuk dalam satu keluarga penerima manfaat daging dari Global Qurban. Al-Massri, salah satu relawan mitra Global Qurban di Gaza mengatakan, potongan daging-daging terbaik berpindah tangan ke Al-Shaer, sembari ia menangis dan berucap terima kasih dan berdoa untuk Indonesia.

“Tahun ini Allah menjawab doa saya. Ada daging kurban yang datang dari Indonesia. Terimakasih Global Qurban yang selalu datang tiap tahun ke Gaza,” ujar Al-Shaer. []