DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Semringah Nurrahayu Pascaoperasi Usus Buntu

ACT Kepulauan Riau
1

ACTNews, BATAM – Wajah Nurrahayu Warsinem pada Senin (11/2) kemarin terlihat semringah. Senyumnya sudah terlihat tanpa lagi menutupi rasa sakit di seluruh perutnya seperti awal Februari silam. Kini, Nurrahayu sudah bisa kembali duduk, tak hanya berbaring.

Pekan sebelumnya, tepatnya Senin (4/2), Nurrahayu menjalani operasi di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Ia menjalani operasi setelah dinyatakan usus buntunya pecah. Nurrahayu mengalami sakit ini sejak akhir Januari 2019 silam.

Kala itu, Nurrahayu mendadak merasakan sakit di seluruh perutnya. Padahal ia tidak memiliki riwayat sakit apa-apa. Suaminya, Mahen, membawa Nurrahayu ke puskesmas setempat untuk diperiksakan. Dokter puskesmas menyatakan Nurrahayu menderita sakit mag.

Akan tetapi, semakin hari kondisi Nurrahayu semakin memburuk. Rasa sakit di perutnya membuat ia tak bisa lagi berdiri, bahkan sekadar duduk. Perempuan warga Sei Nayon RT 03/12 Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau ini hanya bisa berbaring lemah di rumahnya.

Melihat kondisi istrinya yang semakin lemah, Mahen memeriksakan istrinya di rumah sakit pada awal Februari lalu. Setelah pemeriksaan secara menyeluruh, Nurrahayu dinyatakan mengalami pecah usus buntu dan harus dilakukan operasi di hari itu juga.

Besar biaya operasi 7 juta rupiah tak sanggup dipenuhi keluarga Mahen dan Nurrahayu. Terpaksa dalam kondisi ringkih menahan sakit, Nurrahayu dibawa pulang. Dokter mengatakan, pecahnya usus Nurrahayu akibat kebiasaannya mengonsumsi makanan tanpa serat serta kurang minum air mineral. Gejala awal dapat dikenali dengan tanda rasa nyeri di perut.

Sabtu (2/2) lalu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendampingi Nurrahayu berikhtiar menyembuhkan penyakitnya. Tahap awal, pendampingan berupa pengurusan pembuatan Jaminan Kesehatan Daerah untuk operasi. Senin (4/2), proses operasi sudah bisa dilakukan.

Intan dari Tim Mobile Social Rescue (MSR) mengatakan, ACT berupaya bergerak cepat untuk menangani kondisi Nurrahayu yang sudah parah. Pendampingan terus dilakukan hingga pascaoperasi. “Kini kondisi Nurrahayu sudah jauh labih baik, perlahan sudah bisa duduk,” kata Intan, Selasa (12/2).

Selain melakukan pendampingan, ACT juga memberikan bantuan paket pangan ke keluarga Nurrahayu. Kondisi perekonomian mereka masih dalam tahap prasejahtera. Nurrahayu hanya sebagai ibu rumah tangga, sedangkan suaminya, Mahen bekerja sebagai buruh bangunan juga guru mengaji. []