DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Senyum Garda Al-Aqsa Bersama Humanity Card

Let's Save Palestine
Senyum Garda Al-Aqsa Bersama Humanity Card

Kepedulian panjang  Indonesia untuk Al-Aqsa bersambung. Setelah Dapur Umum Al Quds, santunan untuk para Murabitun Al-Aqsa mewujud dalam Humanity Card dan bantuan kas.

ACTNews, YERUSALEM - Matahari sudah mulai meninggi. Tapi cahayanya tak mampu menembus tegas liang lekuk gang-gang sempit  khas Kota Tua Yerusalem. Pendarnya, tak kuasa menembus liang sempit dinding batu granit rumah-rumah berhimpitan di situ. Malu-malu ia menempel di latar sepanjang jalan berbahan batu pualam tua. Umm Amal mempercepat langkah kakinya. Langkah bergegasnya tak mampu diimbangi Amal Hani Albarany (6), gadis kecil berkulit putih kesayangannya.

Seperti tak sabar menunggu, Umm Amal menggamit lengan gadis kecil bermata lebar, berpipi gembil itu. “Ayo Nak, lekas. Biar kita nanti bisa pilih-pilih barang yang kita perlukan di sana,” bisik Umm Amal, pada si kecil. Tak hanya pasangan anak-beranak ini yang melintas di labirin sempit di kawasan Al Quds itu. Ada juga Amar Hani Albarany (5) bersama ibunya. Seperti Amal, anak laki imut berwajah sendu ini juga pontang-panting mengekor bundanya. Mereka melesat berbelok ke jalan lain menuju ke kawasan Okbat Al Salehia.

Okbat Al Salehia adalah satu kawasan yang mengambil nama bekas kediaman milik pejuang agung Islam, pembebas Kota Yerusalem kedua, Salahuddin Al-Ayubi.  Di area inilah, Altanoor Supermarket & Bakery berada. Toko ini menjadi mitra untuk inisiasi program berkelanjutan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk Al Quds, setelah dibukanya Dapur Umum Al-Aqsa beberapa pekan lalu. Ya, ACT menyambung amanah kepedulian publik Indonesia untuk warga Palestina di kawasan Al Quds dengan menggagas program Humanity Card untuk para Murabitun Al-Aqsa.

Sebanyak 300 Murabitun ikut dalam program yang diluncurkan hari Sabtu dan berlanjut di Ahad kemarin (12-13/8). Mereka adalah warga Palestina yang bekerja menjadi staf adminsitrasi, staf keamanan, dan para relawan yang mendedikasikan diri dan jiwanya untuk mengurus serta menjaga eksistensi dan keutuhan Kompleks Al-Aqsa di Yerusalem, Tepi Barat.

Program Humanity Card Al Quds ini mewujud ke dalam bentuk bantuan bahan pangan bulanan. Bahan pangan itu dapat mereka ambil dengan menunjukkan kartu di sebuah supermarket yang menjadi mitra program ini. Bahan-bahan pangan yang masuk dalam program ini adalah barang kebutuhan pokok bulanan yang memang menjadi kebutuhan setiap keluarga Murabitun.

Selain mendapatkan bantuan paket pangan bulanan itu, para Murabitun yang berasal dari berbagai wilayah di Kota Yerusalem dan sekitarnya itu juga mendapatkan kafalah (bantuan honor) setiap bulan. Program Humanity Card dan kafalah untuk warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat ini melengkapi program serupa yang sudah lebih dulu berjalan untuk warga Palestina di Kota Gaza, Jalur Gaza.

“Masya Allah, program ini sungguh membuat mereka bahagia. Ini program yang sangat tepat untuk mereka saat ini. Anda bisa lihat dari foto-foto dan video yang kami kirim, mereka terlihat antusias. Tidak hanya orang dewasa, tapi anak-anak mereka di dalam supermarket,” tutur Abu Mohammed, koordinator mitra program Al Quds ACT.  Sebelum warga Palestina, para penyintas dari Suriah di Turki dan pengungsi Rohingya di Bangladesh sudah lebih dulu menikmati program ini.  

Di semua implementasinya, program Humanity Card ini menggandeng mitra penyedia kebutuhan pokok yang juga berkebangsaan sama dengan penerima Humanity Card. Program ini sejatinya ingin memberi kebahagiaan ganda; memuliakan para penerima manfaat dan memberdayakan saudara sebangsanya.

Adalah Nasser Alherbawy (50), si empunya Altanoor Supermarket & Bakery. Ia mengaku bahagia terlibat dalam program ini.  “Program ini bagus sekali. Penerima manfaat datang seperti orang berbelanja dan bebas memilih sesuai kebutuhannya, dan itu terjadi di toko milik saudaranya sendiri,” kata pria Palestina kelahiran Tepi Barat ini.

Katanya, cara ini lebih baik daripada membagikan paket makanan karena dapat menjaga harga diri penerimanya. “Mereka juga boleh memilih bahan jenis atau bahan makanan sesuai dengan nilai yang diisikan ke dalam kartu. Bagi saya? Tentu saja ini kebahagiaan tersendiri bisa melihat saudara-saudara saya bisa membawa pulang bahan makanan dengan kantong besar,” tutur Nasser tersenyum.

Umm Amal tak mau ketinggalan melontarkan kesannya. “Kami berterima kasih sekali untuk Indonesia dan saudara-saudara kami di sana. Ini bantuan yang sangat penting sekali bagi kami. Bantuan ini dapat meningkatkan kekuatan kami (Murabitun) dalam perang melawan tentara pendudukan yang terus-menerus menyerang Al-Aqsa,” urainya. Kebahagiaan yang sama juga diungkap Umm Amar, yang mengatakan program ini seperti datang di waktu yang sangat tepat.

“Kami berterima kasih kepada ACT untuk kemurahhatiannya. Kami sangat menghargai datangnya dukungan dari Indonesia dalam kondisi seperti sekarang ini di Al Quds.” []

TAGS