DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Setahun Kemarin, Kurban dari Indonesia Sampai di Aleppo

Setahun Kemarin, Kurban dari Indonesia Sampai di Aleppo

ACTNews, ALEPPO - Masih teringat dengan Aleppo? Belum setahun berlalu, Kota Aleppo, kota industri paling ramai di Suriah itu pernah menjadi salah satu nama kota paling diingat dalam ingatan kolektif masyarakat dunia. Aleppo pernah menjadi kota paling sering diperbincangkan, kota paling sering ditautkan dalam tagar di media sosial. Tapi kala itu, hampir setahun lalu Aleppo disebut bukan karena hal-hal baik, sama sekali bukan karena hal baik.

Aleppo pernah diingat dan terus dikenang karena menjadi ladang dari segala pertempuran ego dan konflik yang berdarah-darah. Aleppo pernah menjadi kota dengan sejuta serangan rudal dan roket.  

Setahun lalu, sekira bulan September 2016, bisa dibilang menjadi masa-masa paling kelam dari Aleppo. Rudal darat dan roket dari jet tempur diberondong berkali-kali setiap malam. Dari pihak oposisi atau dari militer Assad sama saja, ego meledak dan terbakar tanpa ada yang bisa menghentikan.

Hanya jutaan warga sipil Suriah di Aleppo yang menjadi korbannya. Jutaan melarikan diri dari Aleppo. Jutaan lagi tak bisa melangkah keluar, hanya bertahan di dalam rumah dan kota Aleppo yang hampir mati.

Tapi, ada masa-masa ketika gencatan senjata berlaku di seluruh Aleppo. Yakni, ketika dunia mengecam keras serangan di atas pemukiman sipil, ketika dunia meledak emosi karena setiap harinya ada kabar korban sipil tewas kejatuhan roket dari langit Aleppo. Di saat itulah gencatan senjata biasanya diberlakukan, meski memang hanya sementara.

Setahun kemarin, September 2016, gencatan senjata itu sempat ditaati di seluruh Aleppo. Alasannya sederhana, karena mayoritas Muslim Aleppo melaksanakan perayaan Idul Adha. Selama tujuh hari penuh, berlaku sejak hari Idul Adha (12/9/2016) sampai satu pekan berikutnya tidak boleh ada serangan yang dijatuhkan dari atas langit Aleppo. “Surga” sejenak tersaji untuk Aleppo yang berdarah-darah.

Amanah Kurban dari Indonesia sampai masuk ke Aleppo

Selagi periode gencatan senjata di Aleppo inilah Global Qurban bergerak cepat menuntaskan amanah. Ada kurban dari Indonesia yang bakal disampaikan langsung ke dalam Aleppo, harus sampai ke dalam Aleppo apapun caranya. Sebab, jumlah keluarga penerima manfaat Global Qurban di Aleppo tak main-main; ribuan pintu rumah diketuk, dikirimkan daging kurban amanah dari Indonesia.

Untuk menyelesaikan distribusi kurban di Aleppo tentu bukan perkara mudah, komunikasi intens dengan mitra asal Suriah sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. “Allah memudahkan, kesempatan gencatan senjata tepat diterapkan ketika momen Idul Adha,” kata seorang mitra ACT yang bermukim di perbatasan antara Aleppo dengan Kota Kilis di Turki. 

Di dalam Aleppo, kota pertama yang menjadi sasaran distribusi Global Qurban sampai di Desa Al-Sahara, sebuah desa kecil yang berada di sebelah sayap barat Kota Aleppo. Tahun kemarin, populasi Al-Sahara berada di kisaran 5.000 jiwa penduduk, seluruh penduduk desa kecil ini adalah Muslim. Seperti titik-titik lain di Aleppo, penduduk Al-Sahara pun mau tak mau merayakan kurban dengan kondisi terpuruk. Tidak ada pekerjaan, tidak ada uang sama sekali, tidak ada perayaan yang semarak.

Hadeel Tarab, seorang mitra Global Qurban di Aleppo berkata, karena konflik tidak berujung, pendidikan, jual beli, dan rutinitas pekerjaan serba kacau. Bahkan sampai hari ini, ketika konflik di Aleppo sudah mereda, hampir semua denyut kehidupan belum ada yang berdetak penuh di Aleppo, termasuk pula di Al-Sahara. 

Kata Hadeel Tarab, Al-Sahara hari ini, di pertengahan tahun 2017 masih menjadi desa yang mencoba bangkit dan bertahan di tengah Aleppo yang luluh lantak. “Mereka hanya berharap siapa pun bisa berdiri di sebelah mereka, membantu mereka bangkit dari kehancuran setelah nanti konflik berakhir,” kata Hadeel.

Dari Al-Sahara, Global Qurban untuk Aleppo juga sampai di Desa Kafar Amma, tak begitu jauh dari Al-Sahara. Setahun kemarin, Desa Kafar Amma hanya tinggal menyisakan kurang lebih 3.000 warganya. Sebagian penduduknya memilih untuk lari dari Aleppo dan menjadi pengungsi di negeri orang.

Setahun kemarin, dari subuh sampai senja selama empat hari tasyrik amanah kurban untuk Aleppo rampung. Global Qurban memilih desa-desa yang berada jauh dari tengah kota, dengan asumsi kapasitas ekonomi di desa-desa seperti Al-Sahara juga Kafar Amma jauh lebih terpuruk dibanding kawasan tengah Kota Aleppo.

Idul Adha 2017, Global Qurban bakal kembali ke Aleppo

Sudah sejak awal tahun 2017 kemarin, Pemerintah Suriah di bawah kontrol Presiden Bashar al-Assad mendaku berhasil mengontrol penuh Aleppo. Tentara pemerintah berjanji tak bakal ada lagi rudal, roket jelajah dan selongsong peluru yang terlontar di Aleppo. Tapi, kota itu tetap saja menjadi kota mati. Rekonstruksi bangunan di kota itu tak pernah berjalan hingga hari ini. Ekonomi, pendidikan, pekerjaan mahal sekali harganya di Aleppo.

Bagaimana dengan Idul Adha tahun 2017? Mungkin tak beda jauh dengan tahun lalu. Daging kurban di Aleppo adalah perayaan mewah yang hampir mustahil ditemui.

Tinggal hitung hari sampai semarak kurban 2017, Insya Allah Global Qurban tahun 2017 bakal kembali ke Aleppo, menjangkau desa-desa di sebelah barat. Pascakonflik di Aleppo mereda, sebagian besar pengungsian menetap di bagian barat Kota Aleppo. Di kantong-kantong pengungsian sebelah barat Aleppo inilah, insya Allah amanah kurban dari Indonesia bakal berlabuh kembali. []

TAGS