DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Sinabung Meletus Besar, Lima Kecamatan Gelap Gulita Tertutup Abu

Emergency Response
Sinabung Meletus Besar, Lima Kecamatan Gelap Gulita Tertutup Abu

ACTNews, KARO – Sekali lagi, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus besar. Pagi ini, Senin (19/2) beberapa kecamatan di lereng Gunung Sinabung dilaporkan mengalami gelap pekat akibat erupsi. Senin pagi sekitar pukul 08.53 WIB, letusan dahsyat Gunung Sinabung membubungkan abu vulkanik ke udara.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan, letusan yang terjadi Senin pagi ini meletupkan abu vulkanik setinggi 5.000 meter atau 5 kilometer ke langit. Tak hanya abu vulkanik, Sutopo Purwo Nugroho, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan erupsi Senin pagi ini juga meluncurkan awan panas dari puncak Sinabung.

“Awan panas meluncur sejauh 4.900 meter dengan jangkauan ke arah lereng selatan, dan 3.500 meter ke arah timur laut,” tulis Sutopo dalam akun Twitternya.

Sampai dengan laporan ini diunggah, Letusan abu vulkanik Sinabung dalam jumlah besar mulai turun ke beberapa wilayah di sekitar gunung. Imbas dari volume abu vulkanik yang sangat besar, sejumlah wilayah mengalami gelap gulita. Cahaya matahari siang hari tak sampai, langit tertutup abu.

Kabar dari Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung menyebutkan, Senin (19/2) siang, abu vulkanik mulai turun dan menyebabkan langit tertutup. “Kondisi di sekitar lokasi (Sinabung) mulai gelap gulita. Langit tidak terlihat karena tertutup abu,” kata Armen Putera, Kepala Pos PGA Sinabung, Senin (19/2).

Armen juga menegaskan, agar warga di Kabupaten Karo tak melakukan aktivitas sejauh radius tujuh kilometer dari puncak Sinabung.

Sementara itu, beberapa relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumatera Utara yang bermukim di Kabupaten Karo mengatakan, kondisi gelap gulita masih terjadi sampai Senin (19/2) siang selepas azan zuhur. “Kami dapat laporan dari beberapa kawan MRI di Sinabung, kondisi siang ini masih gelap gulita. Hujan abu vulkanik turun deras salah satunya di Kecamatan Payung Karo. Malah abu vulkanik yang turun pun berbarengan dengan batu kerikil ukuran besar dan tajam,” kata Dani, relawan ACT di Kota Medan.

Kondisi gelap gulita akibat tumpahan abu vulkanik ini pun dibenarkan oleh Martin Sitepu selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo. Martin mengatakan, kondisi gelap gulita kini sudah meluas ke sedikitnya lima kecamatan. Kelima kecamatan itu meliputi Simpang Empat, Naman Teran, Payung, Tiga Nderket, dan Kecamatan Munthe.

“Jarak pandang hanya mencapai 2-5 meter. Lima kecamatan gelap gulita. Matahari tidak terlihat sama sekali tertutup abu vulkanik,” kata Martin.  

Tim ACT Sumut bergegas menuju Karo

Merespons erupsi besar Sinabung Senin pagi, tim Emergency Response ACT Sumatera Utara (Sumut) turun tangan bergegas menuju Karo. Dari kota Medan, empat orang relawan ACT sudah bergerak selepas zuhur Senin (19/2).

Ronio Romantika, Kepala Cabang ACT Sumut mengatakan, timnya akan bergerak menuju ke lokasi terdampak abu vulkanik paling parah.

“Tim Emergency Response dari ACT Sumut akan survei ke lima kecamatan yang kini mengalami gelap gulita akibat hujan abu vulkanik. Kemudian tim akan mendistribusikan bantuan masker, pakaian layak pakai, dan membawa air minum untuk dibagikan ke lokasi terdampak erupsi,” ujar Ronio. []

sumber foto: BNPB, Dokumentasi ACT Sumut

1068

TAGS