DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Tim Medis MRI-ACT Respons Banjir Batang

ACT Jawa Tengah
m

ACTNews, BATANG – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Batang sejak Rabu (30/1) menyebabkan banjir hingga setinggi dada orang dewasa. Salah satu lokasi terparah yang terdampak banjir berada di Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Kepala Desa setempat, Badriyono, melaporkan seluruh wilayah Kelurahan tergenang air. “Banjir kali ini sangat parah, sebanyak 44 RT dan 9 RW semua tidak terkecuali terendam banjir,” paparnya.

Menurut Badriyono, banjir mulai surut dua hari kemudian. Berdasarkan pantauan posko tanggap darurat banyak warga Kelurahan Karangasem Utara mengeluhkan masalah kesehatan. Nada serupa diungkapkan Wakapolsek Kecamatan Batang, Iptu Sayoko. “Awalnya kami mendirikan posko untuk bersiap siaga apabila terjadi banjir susulan, kemudian ada laporan kalau tim ACT-MRI datang untuk memberikan pelayanan kesehatan, jujur saja kami sangat terbantu,” ungkap Iptu Sayoko.

Jumat, (1/2) tim Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) wilayah Batang menggelar program Pelayanan Kesehatan Pasca Bencana (PKPB). Tim terdiri dari dokter, apoteker, perawat, bidan dan ahli gizi.

“Sebelum terjun di Kabupaten Batang, tim kami juga memberikan program PKPB di Kabupaten Pekalongan dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 102 warga, sementara di Karang Asem tercatat 110 warga,” kata Giyanto selaku Kepala Porgram ACT Jateng. 

Selain pelayanan kesehatan, relawan MRI-ACT juga membagikan 200 makanan siap saji bagi warga yang masih ada di posko maupun pengungsian. Baik di Pekalongan maupun Batang, keluhan kesehatan warga penyintas bencana banjir hampir sama. Menurut salah satu relawan medis, dr. Anggi Vita, sebagian besar warga diindikasi terkena Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA), dermatitis, infeksi jamur, dan diare. 

“Penyakit-penyakit tersebut memang seringkali terjadi saat bencana banjir. Badan yang terendam air berhari-hari berisiko untuk menyebabkan infeksi pada kulit dan saluran pernapasan. Selain itu, kondisi air yang akhirnya tercemar rawan menyebabkan infeksi saluran cerna,” pungkas Anggi.

Selain, pelayanan medis oleh ACT, hingga Jumat (1/2), tiga posko kemanusiaan telah didirikan oleh tim gabungan Polres, TNIm dan BPBD Kabupaten Batang.

“Posko ada di Alun-alun, lalu Kelurahan Karang Asem dan Kelurahan Pucang Wetan,” terang Iptu Sayoko. Ia mewakili pihak berwajib mengimbau seluruh warga untuk selalu waspada akan adanya bencana banjir terutama di musim penghujan ini.[]