DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Tragedi Kebakaran Dusun Benjor Lombok Timur

Emergency Response
Kebakaran Dusun Benjor

ACTNews, LOMBOK TIMUR - Kabar mengejutkan terdengar dari Dusun Benjor, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Salah seorang relawan Posko Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Sembalun Yogi Wanggatara melaporkan, telah terjadi kebakaran di dusun itu, Selasa (18/9) sekitar pukul 22.00 WITA. 

“Kami baru saja ingin beristirahat, tiba-tiba kami dengar pengumuman dari masjid kalau ada kebakaran di Dusun Benjor, itu lokasi Dapur Umum ACT. Langsung kami bergegas menuju lokasi kejadian, dari posko jaraknya hanya 4 kilometer,” papar Yogi. 

Setelah tim sampai di lokasi, kata Yogi, api terlihat cukup besar. Warga pun sudah bergotong-royong untuk memadamkan api, meski hanya menggunakan ember-ember yang telah diisi air dan tanah. “Kami pun langsung bergabung dengan warga untuk membantu mereka padamkan api,” tambah. 

Hembusan angin di perbukitan yang kencang dan rumah yang terbuat dari kayu menyebabkan api dengan cepat membesar, serta meluluhlantakkan rumah beserta seluruh isinya. Sebab itu, butuh waktu satu jam hingga api bisa padam. Kebakaran itu membuat 3 rumah dan 1 tenda pengungsian hangus terbakar. Bahkan 1 Dapur Umum milik ACT yang terletak di sekitar lokasi kejadian pun ikut lenyap dilahap api. 

Sigap berikan bantuan untuk korban

Setelah melakukan pertolongan pertama, tim Posko ACT Sembalun pun kembali ke Desa Benjor untuk memberikan bantuan lanjutan, Rabu (19/9). Sejak pagi tim dan warga sudah bergotong-royong untuk memindahkan sisa puing-puing bangunan. Tak hanya itu, tim juga membawa bantuan berupa logistik sekaligus terpal, kasur, selimut, dan perlengkapan salat. 

 


“Kami berharap sedikit bantuan ini bisa meredakan kesedihan dan meringankan beban mereka. Seperangkat tenda itu untuk tempat tinggal sementara mereka. Insya Allah, kami akan terus melakukan pendampingan untuk mereka,” tutur Yogi. 

Belum usai trauma akibat gempa 7.0 SR, warga Lombok sudah kembali dihadapkan dengan bencana baru. Kebakaran itu kembali menambah jumlah warga yang kehilangan rumah, sekaligus tenda pengungsiannya. Terdapat 9 keluarga atau sekitar 30 orang tidak lagi memiliki rumah untuk bernaung dan berlindung. []