DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

Warung Wakaf untuk Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Global Wakaf
m

ACTNews, JAKARTA - Semangat membangkitkan kembali wakaf produktif terus digaungkan oleh Global Wakaf. Berbagai program wakaf diluncurkan, salah satunya Warung Wakaf. Aksi nyata dilakukan sejak program ini dicanangkan pada tahun 2018 lalu. Hingga saat ini sudah sekitar 100 Warung Wakaf yang tersebar di Lombok dan wilayah Jabodetabek.

Muchamad Bahtiar selaku Direktur Global Wakaf dalam acara Talk Show Smart Business Today dengan tema “Warung Wakaf, Bangkitkan Ekonomi Umat Dari Bencana Kemiskinan” bersama Smartfm Jakarta 95.9 FM menuturkan, Warung Wakaf sendiri lahir dari semangat untuk membangkitkan perekonomian umat serta mengentaskan kemiskinan di Indonesia yang saat ini masih tinggi.

“Di lokasi bencana contohnya, di Lombok kita bangun Warung Wakaf sebagai solusi membangkitakn perekonomian masyarakat yang terpuruk. Adapun di wilayah yang tidak terkena bencana seperti Jabodetabek itu kita sasar masjid maupun pesantren untuk diberdayakan sehingga terbangun kemandirian umat,”  ujar Bahtiar.

Dalam talk show yang dilakukan pada Jumat (15/2) tersebut, Bahtiar menjelaskan sebagian besar keuntungan yang diperoleh dari hasil Warung Wakaf akan diberikan kepada mitra pengelola. Sedangkan sebagian lagi digunakan untuk membangun Warung Wakaf lainnya sehingga tercipta kemandirian, dan maslahat Warung Wakaf juga meluas. Inilah bentuk salah satu inovasi dari wakaf produktif yang terus dikembangkan oleh Global Wakaf.

“Contohnya masjid. Masjid itu kan aset produktif yang bisa diberdayakan dengan Warung Wakaf. Kita bisa contoh bagaimana masjid-masjid di Singapura bisa hidup dengan hasil pengelolaan wakaf produktif, tidak lagi mengedarkan kenclengan untuk pembiayaan masjid. Operasional masjid di sana datang dari aset-aset wakaf dalam bentuk apartemen yang disewakan. Bahkan setiap Jumat, masjid mengumumkan jumlah saldo yang dimilki sekian dan yang punya utang silahkan datang ke kami. Nah, yang seperti ini yang ingin kita bangun melalui Warung Wakaf ini,” terang Bahtiar.

Bachtiar yakin Warung Wakaf menjadi instrumen kebaikan membangkitkan kembali perekonomian umat. Dengan jumlah penduduk yang besar, tentu Indonesia memiliki potensi wakaf yang luar biasa.

“Contoh lain itu di Malaysia, mereka sudah punya Johor Corporatin sebagai perusahaan wakaf yang punya bandara, pelabuhan, kawasan industry dan 2 rumah sakit di Indonesia. Tahun kemarin mereka juga bagikan hasil pengelolaan wakaf sekitar 86 juta ringgit setara 240 miliyar rupiah. Itu dibagikan ke penerima manfaat. Malaysia bisa seperti itu, apalagi Indonesia dengan potensi besarnya. Kalau kita sungguh-sungguh kelola wakaf, Indonesia bisa lebih dari itu,” ucap Bahtiar.

Dikelola secara profesional

Dalam mengembangkan Warung Wakaf tersebut, seperti yang dikatakan Bahtiar maka dibutuhkanlah keseriusan dan kesungguhan. Ahmad Junaidi selaku Direktur Operasional PT. Hydro Perdana Retailindo, salah satu perusahaan wakaf di bawah naungan Global Wakaf, menjelaskan Warung Wakaf dikelola secara profesional. Bahkan, pemilihan lokasi Warung Wakaf juga dilakukan dengan hati-hati dengan melihat produktifitas dan kebermanfaatannya.

“Karena aset wakaf ini pokoknya harus tetap dan hasilnya lah yang kita bagikan, maka pemilihan lokasi Warung Wakaf juga mempertimbangkan beberapa hal agar aset ini produktif. Warung yang dikelola secara bisnis retail ini juga melihat potensi di lokasi pembangunan. Misal kita ke pondok pesantren, kita lakukan riset, kita hitung kekuatan santri, biaya SPP mereka dan lainnya. Barulah kemudian kita bangun. Kalau dibangun secara frontal nanti malah jadi tidak baik. Kita ingin warung ini hidup,” ungkap Junaidi kepada  Smartfm Jakarta 95.9 FM.

Selain itu, menurut Junaidi, Warung Wakaf juga dikelola secara modern karena warung ini bersifat modern yang sudah terkomputerisasi dan tersistem dengan baik. Setiap transaksi yang dilakukan, wakafnya akan tercatat dalam sistem secara otomatis.

“Insya Allah tahun ini kita targetkan 1000 sampai 1300 Warung Wakaf. Dengan dukungan dan kesadaran masyarakat untuk berwakaf dengan berbelanja di Warung Wakaf akan sangat mendorong kemajuan Warung Wakaf ini. Kesadaran inilah yang menjadi poin pengentasan kemiskinan ini,” tutup Junaidi. []