ACT

Sedang Prosess

Bantuan Musim Dingin

Bantuan
Musim
Dingin

Tidak seperti Indonesia yang hanya punya musim hujan dan musim panas, saudara-saudara Muslimin kita di Palestina, Suriah, hingga Yaman memiliki musim dingin ekstrem. Pada periode Desember hingga Maret, suhu di sana rata-rata mencapai 10 derajat celcius pada siang hari dan 3 derajat celcius pada malam hari. Terbayangkah olehmu betapa dinginnya suhu itu?

Masalah berikutnya pun datang. Kondisi Palestina, Yaman dan Suriah yang dilanda konflik membuat ekonomi mereka carut marut. Para ayah berjuang ekstra keras untuk mendapatkan makanan yang dapat menghangatkan tubuh. Para ibu sibuk mengumpulkan barang-barang serba seadanya untuk membuat rumah mereka hangat. 

Rumah yang hangat? Jangan bayangkan rumah seperti kita yang lengkap dengan tembok dan atap. Banyak saudara kita di Bumi Syam yang hari ini rumahnya hanyalah sekumpulan tenda dan kain bekas yang ditumpuk-tumpuk. Tak jarang, mereka tidur di atas tanah yang hanya beralas tikar tipis atau kain bolong-bolong. 

Jangan dulu bicara asupan makan yang bergizi tinggi untuk menghadapi cuaca dingin, untuk makanan sederhana seperti roti saja mereka cukup kerepotan mendapatkannya. Maka itu, tak jarang ada kerumunan di tengah salju yang ternyata sekumpulan orang yang mengantre makanan gratis dari para dermawan. 

Ya, ada dermawan-dermawan yang masih memiliki cukup harta di sana. Mereka rutin membagikan sup hangat, roti dan sebagainya. Namun, apakah jumlah dermawan ini sebanding dengan jutaan saudara kita yang membutuhkan bantuan? Tentu tidak. Mereka butuh lebih banyak uluran tangan!

Marilah bangsa Indonesia! bangsa yang dinobatkan sebagai bangsa paling dermawan di dunia, bangsa yang mengaku bersaudara dengan muslimin di belahan dunia lainnya, bangsa yang peduli pada kemanusiaan, ulurkanlah bantuan terbaik kita! 

Mohon maaf data tidak tersedia
Mohon maaf data tidak tersedia
Mohon maaf data tidak tersedia
Mohon maaf data tidak tersedia