ACT

Sedang Prosess

Bencana Kabut Asap

Bencana
Kabut
Asap

Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Indonesia. Sebanyak enam provinsi dinyatakan SIAGA DARURAT akibat kebakaran tersebut. Keenam provinsi itu meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di Indonesia. Sebanyak enam provinsi dinyatakan SIAGA DARURAT akibat kebakaran tersebut. Keenam provinsi itu meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kebakaran itu setidaknya melahap lebih dari 300.000 hektar lahan dan hutan. Mengapa kita harus khawatir?

Keenam provinsi yang terpapar kabut asap memiliki total populasi lebih dari 30 juta jiwa yang tersebar di lebih dari 12.000 desa. Asap yang berasal dari kebakaran hutan mengandung campuran gas, partikel, dan bahan kimia seperti karbon monoksida, karbondioksida, nitrogen oksida dan lainnya. Asap yang mengerikan itu tentu akan mengancam kondisi kesehatan 30 juta warga yang dilaluinya.

Setidaknya, ada tiga bahaya kesehatan yang paling rentan dialami masyarakat terdampak kabut asap, yakni: gangguan pernapasan (Pneumonia, Asma, Bronkitis dll), Iritasi Mata, dan Iritasi Kulit. Lebih dari itu, polusi kabut asap dari kebakaran hutan juga mengancam nyawa mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Selain dari aspek kesehatan, kabut asap akibat kebakaran ini juga berdampak pada perekonomian warga yang hampir lumpuh. Penerbangan dibatalkan, wisatawan pun urung untuk datang. Lebih dari itu pada perekonomian mikro, kebakaran hutan juga menyebabkan warga memilih tinggal di dalam rumah dan menghentikan aktifitas perdagangannya.

Sejak titik api berkobar dan bertambah banyak, tim Aksi Cepat Tanggap bersama Masyarakat Relawan Indonesia telah menerjunkan tim untuk bersama-sama dengan BPBD serta pihak terkait guna memadamkan titik-titik api yang terjangkau.

Asap masih mengepul dengan brutal, memasuki kota-kota dan desa-desa dengan sporadis; tim Aksi Cepat Tanggap dengan sigap membagikan masker kepada warga untuk mengurangi resiko gangguan pernapasan. Sepuluh juta jiwa merupakan target orang yang akan kami bagikan masker tersebut.

Bagi mereka yang sudah terpapar polusi asap dan mulai merasakan masalah dalam tubuhnya, tim Aksi Cepat Tanggap juga menurunkan tim medis untuk siap siaga dalam menangani penyakit-penyakit akibat paparan polusi asap. Lebih dari 100.000 jiwa, insyaa Allah dapat kami layani.

Aksi Cuci Hidung dan Edukasi merupakan langkah lain yang tim Aksi Cepat Tanggap lakukan. Edukasi dan praktek langsung pada masyarakat merupakan langkah paling efektif untuk meminimalisir resiko penyakit akibat asap kebakaran hutan.

Tidak kalah penting, Aksi Cepat Tanggap juga berupaya untuk mengirimkan bantuan berupa alat penjernih udara. Alat ini akan dikhususkan untuk mereka yang kurang mampu dan terpapar asap yang sangat parah. Sebanyak 5 ribu keluarga kurang mampu akan menjadi target kami dalam penyaluran alat bantu penjernih udara ini.

Terakhir, Aksi Cepat Tanggap juga membuka posko kemanusiaan yang didalamnya terdapat safe house, yakni ruang sehat beroksigen sebagai tempat isolasi bagi mereka yang menderita penyakit ISPA. Insyaa Allah di dalam safe house tersebut, polusi asap kebakaran hutan tidak akan masuk ke dalam ruangan sehingga udara di dalam tetap jernih. Lalu, bagaimana kami dapat melakukan itu semua?

Tentu kami tidak dapat bertindak sendiri! Kami butuh dukunganmu baik moril maupun materil. Dengan mengusung semangat #IndonesiaDermawan, kami mengajak sahabat dermawan sekalian untuk berkontribusi dalam kampanye #BantuMerekaBernapas. Kamu bisa mengikuti update dan perkembangan terkini di media sosial Aksi Cepat Tanggap dan berdonasi langsung melalui rekening:

BNI Syariah 66 0000 4443

a.n. Aksi Cepat Tanggap
 

atau melalui link:

Bit.ly/actemergencyresponse