DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

BEBASKAN UIGHUR BERISLAM

Bebaskan Uighur Berislam
Belakangan ini, penderitaan masyarakat etnis Uighur tengah menjadi sorotan dunia. Mereka mengalami penindasan, persekusi, diskriminasi, serta perlakuan tidak adil oleh pemerintah Republik Rakyat Cina.
 
Uighur adalah etnis masyarakat yang mayoritas beragama Islam yang berasal dari daerah Xinjiang, Cina. Mereka diperlakukan dengan kejam karena pilihannya untuk memeluk dan mengamalkan agama Islam. Perlakuan tersebut bahkan dipusatkan dalam kamp konsentrasi yang berkapasitas jutaan jiwa dengan dikelilingi tembok tinggi, menara pengawas, kamera CCTV dan penjaga bersenjata.
 
Menurut laporan dari media massa internasional dan pengakuan dari beberapa warga Uighur yang mengungsi/melarikan diri, beberapa tindakan diskriminatif yang mereka alami antara lain:
 
  • Pelarangan memberi nama bayi dengan nama-nama Islami, dengan ancaman tidak akan mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan
  • Pelarangan orangtua Muslim menyelenggarakan kegiatan/ritual agama untuk anak mereka
  • Pelarangan anak-anak Muslim Uighur terlibat dalam kegiatan/ritual agama
  • Memerintahkan seluruh Muslim Uighur untuk menyerahkan sajadah, mushaf Al-Qur'an dan barang-barang yang berkaitan dengan Islam
  • Pelarangan laki-laki Muslim memanjangkan jenggot
  • Pemaksaan warga Muslim untuk memakan babi dan meminum alkohol di kamp konsentrasi
  • Pemaksaan warga Muslim untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu Partai Komunis
 
Puncak dari segala aturan yang mengekang kebebasan Muslim Uighur itu datang pada Agustus 2018 lalu. Tim ACT merangkum fakta yang diwartakan BBC. Di laman laporan tentang Uighur itu, Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial melaporkan tindakan keji yang dilakukan Pemerintah Cina.
 
Dalam laporan investigasi itu disebutkan, Pemerintah Cina telah menahan sekitar satu juta jiwa orang yang diduga berasal dari etnis Uighur. Penahanan Muslim Uighur itu dilakukan di salah satu tempat kamp interniran (kamp pengasingan) yang berukuran besar, berjarak cukup jauh dari Pusat Kota Xinjiang. Tidak hanya dari PBB, laporan pelanggaran hak asasi Etnis Uighur ini juga didukung oleh investigasi LSM HAM Amnesty Internasional dan Human Right Watch. Laporan yang sama yang dirilis di pertengahan tahun 2018.
 
Masih dalam laporan Amnesty International dan Human Right Watch, sejumlah etnis Uighur di Xinjiang dipaksa untuk bersumpah setia kepada Presiden Cina Xi Jinping. Tak sedikit dari mereka yang ditahan tanpa alasan dan batas waktu. Lokasi penahanan besar ini salah satunya diduga berada di area terpencil, bernama Dabancheng.
 
Meluas dari wilayah Dabancheng, investigasi lebih lanjut sejumlah pihak bahkan menyebut ada ratusan fasilitas keamanan lain yang dibangun di Xinjiang sampai akhir 2018 ini. Sebuah lembaga ruang angkasa multinasional bernama GMV memiliki data tentang jumlah pasti fasilitas keamanan (baca: penjara raksasa) yang mereka temukan dari pantauan satelit khusus.
 
Analisis terbaru menyatakan sedikitnya ada 101 fasilitas keamanan tingkat tinggi yang terdeteksi di Xinjiang. Meski Pemerintah Cina menyangkal bahwa fasilitas tersebut hanya sebagai gedung pendidikan vokasi (keahlian khusus), tapi banyak bukti satelit menunjukkan hal yang berbeda.
 
Identifikasi GMV menyatakan, fasilitas keamanan yang mereka temukan lebih mengarah ke fasilitas tertutup, raksasa, punya pagar besi dan beton, dan punya menara pemantau untuk mengontrol pergerakan siapapun di dalamnya. Ini serupa dengan sebuah penjara raksasa ketimbang bangunan pelatihan.
 
Sahabat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan merespon kekejian terhadap saudara-saudara kita etnis Uighur. Sembari terus berikhtiar untuk mencari jalan dan mendoakan keselamatan saudara Uighur kita di dalam Xinjiang, Insya Allah ACT akan menyalurkan bantuan bagi etnis Uighur yang mengungsi di beberapa lokasi di luar Xinjiang.
 
Mari kita bela dan jaga akidah serta jiwa raga mereka. Inilah saatnya umat selamatkan umat, mari kita bebaskan Uighur berislam! Salurkan donasi Anda untuk bersama memperjuangkan hak-hak kemanusiaan Muslim Uighur, melalui:
 
BSM 7777789777
BNI/BNI Syariah 66 00000 108 
Atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap