DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

BERSATU HADAPI BENCANA

bencana banjir

Sudah sejak berbulan-bulan lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis imbauan awal tentang prediksi puncak musim hujan periode 2016-2017. Dalam laporannya, BMKG menerka puncak musim hujan dengan potensi cuaca buruk sepanjang hari akan terjadi di antara bulan Januari sampai Februari 2017.

Tak meleset, prediksi itu betul adanya. Makin mendekati akhir Februari 2017, hujan lebat turun hampir merata di seluruh wilayah di Indonesia. Hingga pertengahan Februari lalu, ACT menghimpun sejumlah laporan bencana banjir yang terjadi nyaris serentak, kabar yang berhasil dikumpulkan menunjukkan banjir terjadi mulai dari Bukit Duri di Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Cirebon dan Brebes, Gresik, sampai ke Manado dan Minahasa di ujung Provinsi Sulawesi Utara.

 

 

Banjir di Kota Bekasi dan di Cirebon

Paling dekat dari Ibukota Jakarta, banjir menerjang sebagian wilayah Kota Bekasi. Hujan sejak Minggu pagi (19/2) sekira waktu subuh membuat aliran sungai yang membelah Kota Bekasi tidak mampu menampung debit air. Banjir datang merendam ribuan rumah dengan ketinggian air banjir rata-rata setengah meter sampai dengan maksimum se-meter.

Sedikitnya tujuh kecamatan di Cirebon yang terendam banjir kini sedang berjibaku membersihkan lumpur-lumpur. Banjir mulai surut, namun masalah setelah banjir masih menggunung. Terutama tentang kebutuhan air bersih. Air sumur mereka belum bisa digunakan sebagaimana mestinya untuk mandi, apalagi minum dan memasak.

 

Banjir Brebes karena tanggul Sungai Pemali jebol

Serupa dengan Cirebon yang merupakan daerah hilir, pergerakan air sungai pun mengarah ke hilir Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sejak Jumat (17/2) banjir di Brebes merendam ribuan rumah di lima desa yang berbeda. Karena banjir ini, tidak kurang 4.900 warga diungsikan sementara dari rumahnya.

Banjir di Brebes mulanya disebabkan karena jebolnya tanggul penahan Sungai Pemali. Lima Desa yang tenggelam karena banjir yakni Desa Terlangu, Desa Pemaron, Desa Wangadalem, Desa Gandasuli, dan Desa Saditan Baru.

 

Aliran Sungai Tondano Manado meluap lagi

Dari banjir beruntun di Pulau Jawa, kabar tentang banjir juga datang dari wilayah Manado, Minahasa dan Minahasa Utara. Menyitir lansiran Petugas Lapangan BPBD Manado, Lee Bawole, banjir datang menghajar tiga kelurahan di Manado yakni Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting, Bailang Kecamatan Bunaken, dan Ternate Tanjung Kecamatan Singkil.

Tiga kelurahan yang terdampak banjir di Manado berada di tepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Jika dihitung selama setahun terakhir, sepanjang wilayah DAS Tondano ini air banjir sudah datang berkali-kali. Sejak Minggu siang (19/2) banjir di Manado menerjang pemukiman warga dengan ketinggian air setengah meter sampai satu meter.

Sampai saat ini langit mendung tetap mendominasi wilayah Indonesia. Bahkan di Ibukota Jakarta hujan sudah turun sejak subuh. Di balik mendung dan rintik hujan, dari markas pusat Aksi Cepat Tanggap di bilangan Ciputat, puluhan relawan dan tim respons bencana Aksi Cepat Tanggap mungkin sudah lupa waktu istirahat. Nyala mobil 4WD double gardan sudah disiapkan sejak subuh. Perahu karet sudah tercantol di atas mobil. Tim dipencar bergerak ke titik-titik banjir, mulai dari Bekasi sampai Brebes Jawa Tengah.

 

Salurkan bantuan Anda untuk meringankan dampak bencana nasional melalui rekening:

Bank Muamalat 304 006 9127
BNI Syariah 66 00000 302
Bank Syariah Mandiri 004 011 9999
Bank Mandiri 127 000 7581 828
Atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap