DONASI SEKARANG
JADI RELAWAN

GIZI ANAK ASMAT

papua

Krisis gizi buruk kembali melanda Tanah Papua. Krisis tersebut disertai dengan merebaknya wabah penyakit campak, tepatnya di Kabupaten Asmat. Bencana yang juga disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) ini telah melanda ratusan jiwa di beberapa distrik di Kabupaten Asmat selama lebih dari empat bulan. Mayoritas penderitanya adalah anak-anak.

Dalam kurun waktu September 2017 hingga Januari 2018, campak dan gizi buruk telah mengakibatkan 63 anak meninggal dunia. Angka tersebut berdasarkan pendataan empat tim terpadu penanggulangan campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat.

Sementara itu, RSUD Asmat melaporkan ratusan anak lainnya yang juga terjangkit wabah campak dan gizi buruk masih dalam perawatan medis. Hingga Kamis (11/1), tercatat 393 pasien campak dan gizi buruk menjalani rawat jalan dan 175 lainnya menjalani rawat inap. Jumlah korban terdambak diperkirakan terus bertambah, mengingat masih banyaknya wilayah yang belum terjangkau oleh tim medis.

Wabah campak disertai gizi buruk memang telah lama menjangkit warga, yang umumnya anak-anak, di Kabupaten Asmat. Masalah kemiskinan dan gaya hidup tidak sehat dinilai sebagai pemicu mewabahnya penyakit tersebut. Merespon bencana gizi buruk dan wabah campak yang terjadi di Kabupaten Asmat, Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) kini telah tiba di wilayah terdampak.
 
ACT kembali melakukan langkah strategis kedua kalinya untuk mengurangi beban penderitaan masyarakat di tanah Papua akibat kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk. Kali ini, ACT tengah menyiapkan keberangkatan Kapal Kemanusiaan menuju Papua dengan membawa 100 ton bantuan pangan dan medis.

Bantuan-bantuan yang rencananya akan diangkut oleh Kapal Kemanusiaan Papua di antaranya beras, biskuit bayi, susu cair, vitamin (asam folat A, kalsium, zat besi), puluhan ton air mineral, dan pakaian bayi serta dewasa. Berbagai bantuan tersebut guna mencukupi gizi masyarakat di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua.

Selain bantuan beras dan relawan, ACT juga berencana menyiapkan dapur umum guna membantu masyarakat lepas dari problem gizi buruk. Sebelumnya, berbagai bantuan paket gizi dan layanan kesehatan gratis telah menjangkau beberapa distrik di Kabupaten Asmat. Bantuan tersebut menyasar penderita campak dan gizi buruk yang ada di Kabupaten Asmat.

Sahabat, hari ini saudara sebangsa di timur Indonesia memanggil kita. Krisis kesehatan dan gizi buruk menghampiri Papua. Berbagai penyakit melanda saudara kita tanpa pandang usia. Puluhan bayi-bayi kekurangan asupan pangan hingga meninggal di pangkuan orang tuanya.

Bangsa Indonesia sejatinya adalah bangsa yang humanis, berjiwa sosial, dan menjunjung tinggi sikap saling tolong menolong. Kepedulian rakyat Indonesia menembus batas teritorial negeri dan melampaui sekat geografis. Karena kepedulian itu universal, berlaku untuk siapa pun, tidak peduli tetangga dekat atau malah saudara terpisah jauh ribuan kilometer.

Kapal Kemanusiaan untuk Papua adalah sebuah catatan penegas bahwa "Jauh Dibantu, Dekat Apalagi". Karena Papua adalah Indonesia. Mereka pula yang sehari-hari menjaga teras tepian Nusantara.

Mohon doa dan dukungan dari segenap Sahabat peduli agar Kapal Kemanusiaan untuk Papua yang membawa bahan pangan dan kebutuhan dasar hidup, dapat segera menyapa saudara-saudara kita di pulau paling timur Indonesia.

Mari salurkan donasi Anda yang akan diakumulasi dalam bentuk beras, kebutuhan pokok dan medis untuk ASMAT PAPUA, melalui rekening :
BNI/BNI Syariah 66 0000 3303
Bank Mandiri 127 000 772 1309
Atas nama (Yayasan) Aksi Cepat Tanggap