ACT

Sedang Prosess

Gempa Palu Sigi Donggala

Gempa
Palu
Sigi
Donggala

Masih hangat dalam ingatan kita ketika gempa berkekuatan 7.4 SR disusul puluhan gempa menghantam Palu-Sigi-Donggala. Menimbulkan tsunami yang menyapu saudara kita yang berada di tepi, dan likuefaksi yang mengubur saudara kita dalam lautan lumpur. Sampai saat ini, kondisi mereka belum sepenuhnya pulih. Jangan tinggalkan Palu, Sigi, Donggala. Mari terus kirimkan bantuan terbaik kita untuk pulihkan mereka.

Gempa, Tsunami dan Likuefaksi

28 September 2018 menjadi hari yang memilukan bagi saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah. Gempa berkekuatan 7.4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu, Sigi, dan Donggala dengan episentrum dekat Kota Donggala Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) petang.  Gempa turut dirasakan hingga ke Kota Palu dan Mamuju, Sulawesi Barat. Sesaat setelah gempa besar merontokkan bangunan, gelombang tsunami itu datang, menyapu habis Kota Palu hingga ratusan meter. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa secara total ada 58 gempa susulan. Gempa susulan terdiri dari 31 gempa susulan pascagempa dengan magnitudo 7,7 yang terjadi pukul 17.02 WIB, dan 27 gempa susulan setelah gempa pertama yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Selain menghancurkan Kota Donggala, guncangan gempa yang besar juga membuat bencana tsunami menyapu pesisir Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Ketinggian gelombang air di Pantai Palu berkisar antara 1,5 hingga 3 meter dan menerjang bangunan di pesisir pantai hingga masjid dan salah satu pusat perbelanjaan di kota Palu, tepat di depan Pantai Talise. Guncangan gempa yang terjadi pun terasa di daerah-daerah sekitar Sulawesi Tengah, bahkan hingga ke Pulau Kalimantan.

Warga yang tinggal di pesisir kini harus membangun kembali kehidupannya pascatsunami menyapu rumah dan segala harta benda mereka.

Warga yang terdampak likuefaksi juga harus memikirkan ulang lokasi tinggal dan memulai kembali kehidupannya dari awal.

Warga yang rumahnya runtuh terdampak gempa pun tak ketinggalan untuk memulai kembali segala aspek kehidupannya dari nol.

Sebagian warga masih ada yang tinggal di shelter-shelter pengungsian, sambil menabung untuk membangun kembali rumah mereka yang kini telah hilang. Mereka bekerja serabutan seadanya sambil menunggu bantuan dari lembaga-lembaga kemanusiaan.

Sekolah-sekolah belum rampung disempurnakan. Masih banyak anak-anak yang harus singgah ke sekolah lain sambil menanti bangunan sekolah mereka dipulihkan. Hal yang tentu saja menghambat kenyamanan mereka dalam belajar.

Masjid-masjid belum pulih seutuhnya. Jamaah harus berjalan jauh hanya untuk menuju masjid yang paling dekat jangkauannya.

Sahabat, Palu-Sigi-Donggala masih membutuhkan uluran tangan kita. Dukungan moril dan materil masih dibutuhkan hingga hari ini agar semangat hidup mereka dapat pulih kembali.  Jangan lupakan Palu, Sigi, Donggala. Mari terus kirimkan doa dan dukungan terbaik agar mereka kembali pulih seperti sedia kala.

Guna merespon kondisi emergency dan penyelamatan korban, Aksi Cepat Tanggap menerjunkan sejumlah tim dan berkordinasi dengan berbagai lembaga demi memaksimalkan upaya evakuasi  saat di masa emergency.

Pasca fase emergency, Aksi Cepat Tanggap didukung oleh masyarakat Indonesia terus membersamai Palu-Sigi-Donggala dengan memberikan bantuan paket pangan, dapur umum dan air bersih setiap hari demi keberlangsungan kehidupan saudara-saudara yang tengah dirundung bencana.

Kapal Kemanusiaan dilayarkan langsung menuju Palu dengan memuat ribuan ton bantuan kemanusiaan yang dapat menjaga asa kehidupan warga korban terdampak bencana.

 

Layanan kesehatan dan Ambulans Pre-Hospital dijalankan dari satu titik ke titik lain demi terjaganya kesehatan saudara-saudara kita pasca bencana. Dapur-dapur umum dibuka demi tersedianya makanan lezat siap santap yang dapat dinikmati para penyintas yang membutuhkan.

Keberlangsungan kehidupan pun menjadi konsentrasi kita bersama. Shelter-shelter dibangun agar mereka tidak tidur dalam tenda-tenda tipis yang tidak layak huni. Integrated Community Shelter yang digagas oleh Aksi Cepat Tanggap adalah salah satu solusi untuk memulihkan kembali warga Palu, Sigi, Donggala pascabencana.

Sahabat, hingga detik ini mereka masih membutuhkan dukungan kita untuk memulihkan berbagai aspek kehidupannya. Ekonomi, pendidikan dan masalah sosial masih banyak terjadi di lingkungan para penyintas bencana. Ayo kita rangkul mereka! Salurkan kepedulianmu melalui:

BNI Syariah 0270 360 372

atas nama Aksi Cepat Tanggap.