ACT

Sedang Prosess

Gempa Lombok

Gempa
Lombok

Hampir setahun pascagempa yang memporak-porandakan Lombok, kehidupan disana belumlah pulih seutuhnya. Perekonomian belum kembali seperti semula, infrastruktur belum rampung pulih seperti sedia kala. Trauma masih dirasa sebagian anak-anak kita, para ibu masih harus berjuang mencari asupan bagi anaknya. Mari, kita tengok kembali kondisi saudara di Lombok dan salurkan kepedulian terbaik kita!

Agustus 2018 yang lalu Lombok dihantam bencana yang tiada satu orang pun dapat menduga. Gempa lebih dari 5 Skala Richter mengguncang mereka bertubi-tubi seakan tiada henti. Pulau seribu masjid itu terus diuji ribuan gempa setiap hari tanpa jeda. Ratusan jiwa meregang nyawa, meninggalkan ratusan ribu saudara yang terperosok dalam luka, terpaksa meninggalkan ribuan rumah runtuh tak bersisa. Menyisakan duka, tangis dan trauma yang mendalam setiap harinya.

Bukan hanya nyawa, mereka juga kehilangan rumah dan lapangan perkerjaan , membuat lebih dari 400.000 warga Lombok terpaksa bertahan di kamp-kamp pengungsian. 'Rumah' mereka saat itu tak lebih dari secarik terpal berbahan plastik yang dibentangkan dengan dua bambu setinggi 1,5 meter pada kedua sisi terpal.

Mereka menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan. Makanan datang dan pergi tergantung pasokan di dapur umum pengungsian. Tidak ada pekerjaan, tidak ada penghasilan untuk menunjang biaya kehidupan. Kehidupan mereka, hanya bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Sebagian dari mereka yang belum mampu kembali membangun rumah, masih tinggal di shelter-shelter pengungsian. Shelter itu lebih baik dari tenda pengungsian, namun mereka tak mungkin selamanya hidup di bangunan yang berdiri untuk sementara.

Kondisi ekonomi mereka belumlah pulih seutuhnya. Masih banyak usaha yang belum bangkit karena runtuhnya bangunan dan hancurnya aset-aset perusahaan. Para pedagang belum lagi mampu mengumpulkan modal, para penyedia jasa belum lagi dikunjungi banyak wisatawan.

Sekolah-sekolah yang runtuh belum sepenuhnya dibangun kembali, membuat anak-anak kadang risih akan bangunan yang goyang lagi.

Meski perlahan bangkit, namun kehidupan rakyat Lombok masih butuh rangkulan kita. Mereka tidak bisa berakselerasi bila hanya mengandalkan kekuatan sendiri.  Jangan lupakan Lombok, Mari terus bersamai mereka dengan bantuan terbaik dari kita.
 

Sejak hari pertama gempa, Aksi Cepat Tanggap tentunya dengan dukungan masyarakat Indonesia telah membersamai para penyintas bencana. Kepedulian Indonesia bagi saudara sebangsa di Lombok, tak menguap meski bencana telah usai. Dari Barat hingga ke Timur Indonesia, aksi kepedulian bagi Lombok terus menerus digaungkan.

Dengan aksi besar pula, Aksi Cepat Tanggap mengerakkan setiap jalan ikhtiar. Dari udara pesawat herkules diterbangkan, konvoi truk memenuhi daratan, hingga laut ditempuh oleh Kapal Kemanusiaan guna membawa amanah para dermawan untuk tiba mengisi kehidupan para penyintas gempa Lombok.

Sarana sanitasi berbentuk MCK, sekolah, sumur air bersih, bantuan paket pangan, hunian sementara dan masjid telah dibangun demi memulihkan tatanan sosial dan kebutuhan sehari-hari warga penyintas bencana.

Warung wakaf dan program pemberdayaan ekonomi juga dilakukan bersama demi terbangunnya kembali ekonomi Lombok yang mandiri. Insya Allah, ikhtiar ini akan bermanfaat bahkan hingga di kemudian hari.

Masih ada waktu, bagi Anda, organisasi, komunitas, dan korporat untuk bergerak bersama membangun Lombok seperti sedia kala. Oleh karena itu, kontribusi Anda sangat dinantikan dalam misi kemanusiaan ini. Karena kehidupan saudara kita disana, belumlah pulih seperti sedia kala.

Mari, berikan dukungan terbaikmu melalui:

BNI Syariah  66 00000 506

a.n. Aksi Cepat Tanggap