ACT

Sedang Prosess

Sahabat UMI

Sahabat
UMI

Sebuah gerakan untuk membantu ibu-ibu pelaku Usaha Mikro di Indonesia yang sedang goncang akibat wabah yang melanda.

Wabah Covid-19 bukan hanya mengguncang kondisi kesehatan bangsa, namun juga mengacak-ngacak sendi ekonominya. Akibat wabah, banyak orang lebih waspada dalam berbelanja sehingga pergerakan ekonomi melambat perputarannya.

Perusahaan-perusahaan besar goncang, karyawan di PHK. Gerai-gerai kuliner tutup, pegawainya dirumahkan. Bila usaha berskala besar saja dibuat runtuh, bagaimana dengan usaha mikro? 

Tim Aksi Cepat Tanggap turun ke lapangan guna mendata dan menyapa saudara-saudara kita terutama ibu-ibu pelaku usaha mikro. Hasilnya, kondisi mereka sungguh mengenaskan. Banyak dari mereka yang gulung tikar, berhenti dagang, bahkan ada yang sampai berhutang pada lintah darat. 

"Saya juga gak mau mas, hutang begini, saya tahu itu dosa... dosa... tapi bagaimana lagi? saya tidak punya pilihan". 
Begitu ucap seorang ibu penjual donat dan nasi uduk sambil menangis-nangis ketika meceritakan kondisi usahanya. Kisah ibu itu hanya satu dari sekian banyak kisah amblasnya usaha mikro di Indonesia.

Untuk itulah, Aksi Cepat Tanggap menginisiasikan program bernama Sahabat Usaha Mikro Indonesia (Sahabat UMI). Sebuah program untuk memberikan bantuan modal kepada ibu-ibu pelaku usaha mikro yang usahanya tergerus akibat ujian wabah.

Adapun kriteria penerima manfaat Program Sahabat UMI adalah sebagai berikut:
1. Diperuntukan bagi perempuan dari keluarga prasejahtera pelaku usaha skala rumahan atau pedagang keliling
2. Memiliki usaha yang bisa dijalankan dengan modal dibawah Rp. 1.000.000,-
3. Pemilik usaha dengan kategori produk siap jual (bukan dropshipper atau barang ada jika ada pesanan) 
4. Pemberian modal usaha tidak mensyaratkan agunan fisik atau hal lainnya 
5. Penerima manfaat wajib memiliki usaha dan pengalaman berjualan sebelumnya
6. Bersedia mengikuti segala ketentuan dan proses implementasi program dari lembaga ACT 
7. Tidak dalam proses atau pengajuan modal usaha dari lembaga lainnya
8. Tidak akan menggunakan dana tambahan modal usaha untuk kebutuhan pribadi (konsumtif) diluar usaha

Insyaa Allah, program ini akan menyasar tepat sasaran dan efektif untuk mempertahankan kondisi ekonomi Indonesia yang sebagian berasal dari usaha mikro. Bismillah.

NULL

NULL