ACT

Sedang Prosess

Palestina

Palestina

Penjajahan dan blokade puluhan tahun membuat kehidupan di Palestina yang semula makmur menjadi sengsara dan teraniaya. Baik nyawa maupun harta, semua hilang direbut paksa. Berbagai masalah pun muncul mulai dari kemiskinan, kelaparan, kesehatan hingga pendidikan yang memprihatinkan. Akankah kita hanya diam? Mari pahami dan bantu kehidupan mereka!
Awal Mula

Semua berawal dari Deklarasi Balfour tahun 1917 dimana Inggris membantu kaum Yahudi untuk memiliki sebidang tanah di Palestina yang kala itu diduduki oleh mayoritas kaum muslimin. Hal ini tentu disambut baik oleh pihak Yahudi terutama gerakan Zionis yang memang sejak lama berencana untuk mendirikan negara baru yang dikendalikan oleh orang-orang Yahudi.

Pada tahun 1948, Zionis mengumumkan berdirinya negara Israel. Hal tersebut disambut dengan genderang perang oleh Mesir, Suriah, Irak, Libanon, Yordania dan Arab Saudi. Perang itu berakhir dengan gencatan senjata pada 3 April 1949.

Dalam gencatan senjata tersebut, Israel mendapat kelebihan wilayah 50 persen lebih banyak dari yang diputuskan oleh Rencana Pemisahan PBB. Sejak saat itu, semakin banyak kaum Yahudi dari seluruh dunia yang mulai bermigrasi dan tinggal di wilayah Israel.

Dengan persenjataan yang kuat dan didukung oleh negara adidaya, Israel bertindak dzalim dengan mencaplok wilayah Palestina satu per satu. Hal itu terjadi bahkan hingga hari ini dan seringkali pencaplokan tersebut dilakukan dengan penganiayaan dan pembunuhan terhadap warga Palestina.

Kedzaliman yang terjadi hari demi hari membuat rakyat Palestina marah. Tanah mereka direbut paksa, nyawa mereka seakan tiada harga. Namun, bangsa Palestina tidak tinggal diam dan pasrah.

Sejak tahun 1987, telah digalakkan gerakan Intifada alias Perlawanan terhadap penjajahan Israel. Nyawa rakyat Palestina banyak yang berguguran sejak saat itu.

Pada tahun 2014 lalu, dilakukan Operation Protective Edge dimana pengeboman dan pembunuhan keji dilakukan oleh Israel terhadap rakyat sipil Palestina. Kemudian tahun 2017, kedzaliman Israel semakin menjadi-jadi ketika mereka menutup tempat suci Umat Islam, Masjid Al-Aqsa. Bahkan, mereka juga mengklaim Yerusalem sebagai ibukota negara Israel.

Tahun 2018, bangsa Palestina mulai mencanangkan gerakan kepulangan akbar yang dinamai dengan Great Return March. Aksi protes tersebut dilakukan di perbatasan-perbatasan Palestina-Israel setiap hari Jum at. Terus berkobar, aksi tersebut masih dilakukan sampai saat ini.

Aksi yang dihadiri oleh warga sipil dan tidak bersenjata itu, ditindak secara represif oleh Israel dengan menempatkan penembak-penembak jitu yang membunuh para warga hampir di setiap aksinya. Hingga hari ini, aksi Great Return March masih terus berlangsung dan menggugurkan para pejuang keadilan di setiap aksinya.

Kondisi Terkini

Puluhan tahun terjajah, kondisi bangsa Palestina semakin memprihatinkan dari hari ke harinya. Blokade yang dilakukan membuat kontak Palestina dengan negara lain amat sulit dan terbatas.

Akibat blokade dan pengeboman, kondisi ekonomi Palestina semakin terpuruk. Lebih dari 50% warga Palestina yang produktif terpaksa menganggur karena tempat-tempat usaha mereka hancur terkena bom. Anak-anak menangis karena lapar, para ibu harus terlunta-lunta mencari makanan.

Air di Palestina mengandung racun yang berbahaya. Hanya 3% yang layak di konsumsi oleh saudara kita. Kelaparan terjadi dimana-mana, akibat sulitnya mendapat supply dari luar sana.

Masjid Al-Aqsa masih dibawah penjajahan Israel yang aniaya. Mereka mengatur keluar-masuk setiap orang yang ingin beribadah. Seringkali, mereka menerobos masuk, mengotori dan menghina masjid-masjid kita.

Hampir setiap hari terjadi pembunuhan oleh Israel. Bangsa Palestina sering dicurigai sebagai teroris dan seringkali ditembak tanpa diadili. Bukan hanya orang dewasa, bahkan anak-anak sekolah pun turut menjadi targetnya.

Apakah kita hanya diam mengetahui semua ini?

Lets Save Palestine

Sudah bertahun-tahun Aksi Cepat Tanggap didukung masyarakat Indonesia terjun langsung dan memberikan berbagai bantuan kemanusiaan yang menopang semangat hidup para pencari keadilan.Dapur Umum Indonesia merupakan ikhtiar kita bersama dalam memenuhi kebutuhan makanan lezat siap santap yang dapat dinikmati oleh saudara-saudara kita yang kelaparan. Makanan hangat dan bergizi kita supply hampir setiap hari kepada ribuan warga yang amat membutuhkan.

Humanity Watertank merupakan semangat kita bersama dalam menanggulangi krisis air bersih yang melanda bangsa Palestina. Ribuan liter air bersih siap konsumsi dibagikan hampir setiap hari ke rumah-rumah, sekolah-sekolah, masjid-masjid dan berbagai lokasi lain yang membutuhkan dukungan air dari kita.

Klinik Kesehatan merupakan ikhtiar kita bersama dalam menangani masalah kesehatan yang melanda saudara-saudara kita di negeri para anbiya. Dengan dokter dan perawat yang kompeten, kita layani mereka sepenuh hati agar dapat kembali bugar dan berjuang kembali.

Itulah sebagian dari upaya kita bersama dalam menunjang kesejahteraan bangsa Palestina. Generator listrik untuk rumah sakit, perahu untuk nelayan, beasiswa kuliah, beaguru tahfidz dan berbagai program lain terus kita jalankan.

Masih banyak program-program yang sedang dan akan kita canangkan demi tercapainya Palestina yang kembali merdeka.

Mari, tunjukan kepedulian kita sebagai umat manusia yang saling bersaudara. Kita bagaikan satu tubuh yang saling merasa. Bila mereka sakit, maka kita pun akan sakit. Salurkan dukungan dan kepedulianmu melalui:

BNI Syariah 009 611 0239

A.n. Aksi Cepat Tanggap